Categories: Seputar Islam

Ndresmo, Warisan Sayyid Sulaiman di Kota Pahlawan

Belanda yang semakin geram lantas membuang as-Sayyid Ali ke Sri Lanka. Selain itu, mereka membunuh 2 putranya, as-Sayyid Iskandar dan as-Sayyid Badruddin. Istri as-Sayyid Ali dan 4 putra yang tersisa (as-Sayyid Ali al-Asghar, as-Sayyid Abdullah, as-Sayyid Ibrahim, dan as-Sayyid Ghazali) lantas berjuang melestarikan warisan suami dan ayahnya dengan tenaga serta harta seadanya.

Selanjutnya, as-Sayyid Ali al-Asghar mengumpulkan dan mendidik para santri dan keturunannya menjadi orang yang kuat akal dan badannya. Sehingga, mereka tak hanya cerdas dalam beragama, tapi juga cerdas dalam berperang.

Selain itu, as-Sayyid Ali al-Asghar menggali sumur keramat yang saat ini ditutup. Barangsiapa meminum air atau mandi dari sumur tersebut diyakini akan kebal dari senjata Belanda. Bahkan, tak hanya manusia, jika makanan dicuci menggunakan air tersebut akan sulit dipotong atau dikupas.

Akhirnya, banyak tentara penjajah yang segan dengan Ndresmo. Bahkan, mereka masuk Islam dan membelot. Tak hanya itu, Hadlratu asy-Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari pernah singgah ke Ndresmo untuk menyusun rencana dan memotivasi para pejuang kemerdekaan.

Saat ini, berdiri belasan hingga puluhan pesantren di Ndresmo. Mulai dari Pesantren an-Najiyah milik al-Maghfurlah KH. Mas Muhajir bin Manshur, Pesantren at-Tauhid milik al-Maghfurlah KH. Mas Tholhah bin Abdullah Sattar, Pesantren al-Haqiqi al-Falahi Joyonegoro milik KH. Mas Luqman al-Hakim, hingga Pesantren al-Muhibbin milik al-Maghfurlah KH. Mas Muhammad Nur bin Muhibbin.

Julukan “Mas” disematkan bagi para pria atau wanita zuriat as-Sayyid Ali al-Akbar. Julukan tersebut diberikan oleh zuriat Sunan Ampel karena melihat tubuh as-Sayyid Sulaiman (ayah as-Sayyid Ali) memancarkan cahaya emas.

Mereka masih menjaga berbagai tradisi, mulai dari mengarak putra yang dikhitan menggunakan kuda, hingga mengadakan tasyakuran rutin secara bergilir setiap 3 hari sekali. Semua itu karena nilai yang telah ditanamkan kuat oleh leluhur mereka secara turun-temurun.

Page: 1 2

Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Lisan Berhias Surga: Inilah Dzikir Paling Dicintai Allah

PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…

6 months ago

Menghayati Adab Santri: Pilar Kehidupan di Pesantren

PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…

6 months ago

10 November: Api yang Tak Pernah Padam di Jantung Surabaya

PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…

6 months ago

Adab Berbicara dengan Orang yang Lebih Tua dalam Islam: Menabur Hormat dan Kasih Sayang

PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…

6 months ago

Warisan Abadi: Jejak Kebudayaan Islam di Nusantara

PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…

6 months ago

Bawang Putih: Antara Manfaat Ajaib dan Adab Beribadah

PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…

6 months ago