“Terus, bagaimana caranya kita menghadapi mereka?.”
Penuhi hati dan jiwamu dengan rasa kasihan kepada mereka. Mengapa kasihan?. Kembali saya katakan bahwa darah suci Rasulullah yang mulia mengalir di darah mereka. Sehingga, sepatutnya kita kasihan bila mereka malah menyimpang dari leluhurnya.
Selanjutnya, berusahalah untuk mengingatkan dan mengajarkan mereka dengan rasa hormat, bukan dengan amarah dan benci. Percayalah, dengan membimbing mereka menuju jalan kebenaran yang lurus, pahala serta keberkahan dari Allah maupun Rasulullah akan mengalir deras kepada kita.
“Tapi, bagaimana kalau kita sungkan?.”
Mintalah pertolongan dari habaib lainnya. Biasanya, habaib akan lebih patuh bila diingatkan oleh saudaranya sesama habib karena mereka memiliki derajat yang sama. Sehingga, kita bisa tetap meluruskan mereka walaupun rasa sungkan menyelimuti.
Sebagai penutup, beberapa habaib legendaris di Indonesia seperti al-Habib Anis bin Alwi al-Habsyi dan al-Habib Ahmad bin Zein al-Kaff pernah berwasiat bahwa bila seorang habaib telah menyimpang dari jalan leluhurnya, maka dia bukan termasuk habaib lagi.
Page: 1 2
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…