Sepeninggal R. KH. Abdul Lathif, R. KH. Kaffal yang mengasuh dan mendidik Syaikhona R. KH. Muhammad Kholil. R. KH. Kaffal menyekolahkan Syaikhona kecil ke ulama terbaik di zamannya. Baik di Indonesia hingga ke luar negeri.
Sejak kecil, Syaikhona R. KH. Muhammad Kholil memiliki karomah tersendiri. Sebagai wali santri, R. KH. Kaffal sering dipanggil kiai pengasuh pesantren karena mereka menganggap Syaikhona terlalu istimewa dan mereka meminta R. KH. Kaffal untuk menyekolahkan Syaikhona ke ulama yang lebih tinggi.
Perjuangan R. KH. Kaffal tak sia-sia. Syaikhona R. KH. Muhammad Kholil akhirnya tumbuh menjadi ulama yang tidak hanya besar, tidak hanya masyhur, tapi juga membesarkan, memasyhurkan para santrinya seperti KH. Muhammad Hasyim Asyari, KH. Achmad Dahlan, KH. Abdul Wahab Hasbullah, dan lainnya.
Tak hanya itu, sebagai bentuk penghargaan, Syaikhona R. KH. Muhammad Kholil bahkan menikahkan putrinya, Ny. Hj. Khotimah dengan R. KH. Muhammad Thoha Muntaha, putra dari R. KH. Kaffal yang kelak akan menurunkan para pengasuh Pesantren al-Muntaha al-Kholili yang terletak di Jengkebuen, selatan Bangkalan.
Dari ketiga ulama ini, kita dapat belajar tentang perjuangan mereka. Tentang bagaimana mereka menghadapi penguasa yang lalim. Tentang bagaimana pentingnya rasa belas kasih. Tentang bagaimana menghadapi dan mendidik calon orang besar. Semuanya dapat dipelajari dari mereka.
Dengan tulisan ini, penulis mengharap barokah dari mereka bertiga bagi diri penulis sendiri maupun bagi para pembaca.
Amin ya robbal alamin.
