Jika maksiat atau pelanggaran yang dilakukan berkaitan dengan manusia, tobat mensyaratkan pilar yang keempat, yaitu mengembalikan hak atau kehormatan yang direnggut kepada pemiliknya atau meminta maaf dan kehalalan darinya.
Nabi Saw. mendorong para pemuda untuk bertobat. Sebab, masa muda merupakan fase puncak kekuatan dan perjuangan melawan hawa nafsu. Pemuda yang tersesat, yang menyerah pada kendali nafsu biasanya cenderung mudah melakukan berbagai dosa dan berani melawan Allah. Jika kaki seorang pemuda tergelincir lantaran jiwanya yang buruk atau lantaran bisikan setan, ia harus segera bertobat.
Jalan-jalan tobat dapat ditempuh dengan baik jika kita menjauhi kawan-kawan dan lingkungan yang buruk. Sebab, orang-orang disekitar kita sering menjadi sebab utama yang mendorong kita kembali melakukan dosa dan maksiat.
Ibnu Athaillah mendorong kita segera bertobat dan tidak menunda-nunda. Ia berkata, “Bertobatlah kepada Allah setiap saat.”
Tobat harus dilakukan dengan segera sebagaimana Allah Swt. berfirman,
Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur: 31)
Page: 1 2
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…