Menurut pengakuan putra KH. Agoes Ali Masyhuri atau yang kerap disapa Gus Ali, terkadang amplop sangu untuk kiai atau ustadz yang sowan ke Abuya bisa banyak macamnya ada yang untuk ustadz itu sendiri, ada yg untuk santri dan pondoknya, untuk istri kiai bahkan untuk anak anak sang kiai.
“Alhamdulillah dan semua Amplop sangu dari Abuya Sayyid Muhammad itulah yang dikumpulkan oleh abah sejak ahir tahun 80an sampai Abuya Wafat 2004, uang sangu dari Abuya aba kumpulkan dan tidak dicampur dengan uang uang yang lain, Dan uang sangu dari abuya itulah cikal bakal pembelian tanah awal di Pesantren Progresif Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo pada tahun 2009. Uang sangu dari Abuya Sayid Muhammad itu kurang lebih cukup waktu itu untuk membeli tanah seluas sekitar 1,3 hektar,” tulis Gus Aria.
Uang saku yang dikumpulkan oleh Gus Ali dari Abuya Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki itu dipergunakan sebagai cikal bakal pendirian Pesantren Progresif Bumi Shalawat dengan harapan mendapatkan keberkahan dari sang guru.
PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…
PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…
PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…
PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…