Tempat dalam sejarah Islam
Setelah Mekah dan Madinah, sebagian besar umat Islam di seluruh dunia menganggap Yerusalem sebagai tempat tersuci ketiga di dunia. Sering dirujuk dalam tradisi dan hadis Islam – catatan tentang sesuatu yang dikatakan, dilakukan, atau disetujui secara diam-diam oleh Nabi Muhammad – diyakini bahwa ketika berada di Mekah, Muhammad awalnya mengarahkan doa-doa umatnya ke Al-Aqsa.
Pada tahun 622 M, komunitas ini meninggalkan Mekah karena penganiayaan, dan mencari perlindungan di Madinah di sebelah utara. Setelah lebih dari satu tahun di sana, umat Islam percaya bahwa Allah memerintahkan Muhammad untuk menghadap kembali ke arah Mekah untuk salat. Dalam Surat 2, ayat 149-150, Al-Quran mengatakan, “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah di Mekah)… di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”
Meskipun demikian, Yerusalem dan tempat-tempat sucinya – khususnya Al-Aqsa dan Kubah Batu – tetap menjadi tempat ziarah umat Islam selama 15 abad.
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…