Namun dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda:
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لِأنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ.
Artinya: Nabi SAW bersabda bahwa seseorang (ayah) yang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia bershadaqah (setiap hari) sebanyak satu sha’.
Dari hadits di atas bahwa dengan kondisi seperti saat ini yang sudah jauh berbeda dibandingkan dengan zaman Rasullulah, pekerjaan mendidik anak sebagai bagian dari amanah Allah SWT adalah pekerjaan bersama bagi seorang ayah dan ibu.
Posisi sebagai imam dalam keluarga yang bertanggung jawab sebagai nahkoda dalam rumah tangga yang berkaitan dengan persiapan dan pembentukan keluarga serta generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak.
Apakah anda termasuk seorang ayah atau suami yang menimpakan beban mendidik anak kepada ibu atau istri anda semata? Mari kita belajar dan mencoba menjadi figur teladan seorang ayah sekaligus guru kehidupan yang paling dekat dengan anak untuk memastikan bahwa tanggung jawab kita sebagai imam dapat kita laksanakan dengan tuntas agar kelak kita bangga melihat anak kita tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat dan berada di jalan Allah SWT.
PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…
PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…
PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…
PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…