Home Seputar Islam Mengapa Membunuh Hewan Cicak mendapatkan Pahala?

Mengapa Membunuh Hewan Cicak mendapatkan Pahala?

by Farrel Dimas Saputra

Menurut pandangan Agama Islam, cicak merupakan salah satu hewan yang boleh dibunuh. Bahkan, umat muslim yang membunuh cicak, maka dia akan mendapatkan pahala.

Islam mengajarkan bahwa manusia dan hewan diciptakan Allah SWT untuk hidup berdampingan. Begitu pula dengan cicak yang bahkan hampir selalu ada di setiap rumah. Reptil ini juga bukan hewan yang berbahaya atau dapat menyakiti manusia seperti hewan buas.

Sebagaimana tertuang dalam Hadits Muslim nomor 2238 Riwayat Sa’ad bin Abi Waqqosh menyebutkan, ketika Allah SWT menciptakan makhluk pasti memiliki hikmah. Setidaknya setiap makhluk yang diciptakan memiliki beberapa persyaratan.

Pertama ujian kemaslahatan, di mana makhluk itu diciptakan supaya kita dapat mengambil kebaikan kemaslahatannya saja.

Kedua, ada hewan yang diciptakan bagi manusia untuk menghadirkan mudharad agar manusia mengetahui ada keburukan yang harus dihindari. Ketika ada keburukan, artinya sudah menjadi fitrah hewan tersebut untuk dibunuh, termasuk cicak.

Cicak diciptakan oleh Allah SWT bukan untuk dibunuh melainkan untuk menandakan ada mudharad di sekitar kita, karena itu Nabi memerintahkan untuk membunuh cicak. Dalam sains juga disebutkan bahwa cicak membawa ribuan bakteri berbahaya dalam mulut.

Meski bukan bisa atau sengat dan tidak langsung menyebabkan kematian, air liur dan kulit cicak mengandung bakteri salah satunya e-coli. Beberapa bakteri yang berkembang biak dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia.

Diceritakan dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa cicak boleh dibunuh, karena selain membawa kotoran dia juga ikut meniupi api agar membakar Nabi Ibrahim AS.  Perlu diketahui bahwa cicak, termasuk hewan fasik yang boleh untuk dibunuh. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, “Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihissalam.” (HR. Bukhari, no. 3359).

Diriwayatkan dari Saibah maulah atau bekas budak Al Fakih bin Al Mughirah bahwa dirinya menemui Aisyah RA dan melihat ada tombak tergeletak di rumahnya. Ia pun bertanya pada Aisyah, “Wahai Ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”

Baca Juga:  Sejarah Terbentuknya Ilmu Nahwu yang Berpengaruh Besar pada Agama Islam

Aisyah menjawab, “Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim RA dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali ciciak. Ia justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majjah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Syaikh Syu’aib menyatakan bahwa sanadnya shahih)

Sebab itulah, anjuran untuk membunuh cicak memang sudah diterangkan dengan jelas oleh Rasulullah SAW. Lantas, apakah benar ganjaran dari membunuhnya setara dengan seratus kebaikan?

Pahala senilai seratus kebaikan dari membunuh cicak juga bermuara dari salah satu sabda Rasulullah SAW. Salah satunya dari hadits yang dikisahkan Abu Hurairah RA. Ia mengutip perkataan Rasulullah SAW yang bersabda,

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

Namun, menurut buku Ringkasan Shahih Muslim yang ditulis M. Nashiruddin al-Albani, hadits riwayat lain ada yang menyebutkan angka kebaikan sebagai ganjaran dari membunuh cicak tersebut. Salah satunya yakni dijelaskan bahwa orang yang membunuh cicak dengan sekali pukulan akan dicatat 100 kebaikan untuknya.

Riwayat tersebut berbunyi, “Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dicatat untuknya 100 kebaikan. Jika dua kali pukulan, maka lebih sedikit dari itu. Jika dengan tiga kali pukulan, maka lebih sedikit dari yang kedua.”

Wallahu A’lam Bishawb

Related Posts

Leave a Comment