Categories: Seputar IslamTokoh

Mengenal Kesultanan Mataram Islam, Sang Penguasa Tanah Jawa

Setelah kematian Amangkurat, 2 putranya memimpin tanah secara bergantian dengan nama Amangkurat II dan Pakubuwana. Selanjutnya, keturunan keduanya turut memimpin secara bergantian dengan nama Amangkurat III dan IV. Namun, kelak hanya keturunan Amangkurat IV yang memimpin Mataram. Sementara, Amangkurat III diasingkan ke Srilanka hingga kematiannya.

Di masa 4 sultan tersebut, muncul berbagai pemberontakan dari beberapa wilayah dan penyerangan dari VOC. Namun, semua itu masih dapat ditaklukkan. Sayangnya, setelah kematian Amangkurat IV, 3 putranya saling berlomba untuk menjadi raja selanjutnya. Akhirnya, VOC tak menyiakan kesempatan tersebut dengan membuat Perjanjian Giyanti.

Perjanjian Giyanti membagi Mataram menjadi 2 wilayah besar, yaitu Surakarta pimpinan Pakubuwana II dan Jogjakarta pimpinan Hamengkubuwana. Kelak, Mangkunegara memisahkan diri dari Surakarta dan Pakualaman memisahkan diri dari Jogjakarta.

Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut. Mulai dari bagaimana kita harus memilih penerus yang tepat untuk memimpin sebuah komunitas, hingga bagaimana kita harus mengedepankan akal kita agar tak dapat diadu domba oleh oknum pemecah belah bangsa.

Page: 1 2 3

Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Wayang: Perjalanan Abadi dari Roh Leluhur hingga Panggung Akulturasi

PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…

10 months ago

Sandi Rahasia Jumat: Menggenggam Cahaya Abadi dan Tameng dari Fitnah Akhir Zaman

PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…

10 months ago

Investasi Malam Terbaik: Mengapa Surah Al-Mulk Adalah “Perisai Tidur” bagi Setiap Muslim

PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…

10 months ago

Sumpah Pemuda: Bukan Sekadar Ikrar, Tapi Proklamasi Jiwa yang Menyatukan Nusantara

PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…

10 months ago

Jihad fi Sabilillah: Perjuangan Melawan Hawa Nafsu hingga Menegakkan Kebaikan

PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…

10 months ago

Semangat Santri di Tahun 2025: Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia

PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…

10 months ago