Istiqomah berasal dari kata “qama” yang berarti tegak atau lurus. Dalam konteks agama, istiqomah berarti teguh dan konsisten dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Istiqomah adalah salah satu sifat yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena dengan istiqomah, seorang Muslim dapat menjaga keimanannya dan tetap berada di jalan yang benar.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.”
(QS. Al-Ahqaf: 13)
Ayat ini menegaskan bahwa istiqomah adalah jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan istiqomah, seorang Muslim dapat menghadapi berbagai tantangan dengan tenang, karena ia yakin bahwa Allah akan senantiasa bersamanya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqomahlah.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menekankan pentingnya menjaga keimanan dengan istiqomah. Istiqomah bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan keteguhan hati dan kesabaran. Namun, dengan istiqomah, seorang Muslim dapat mencapai kedudukan yang mulia di sisi Allah.
Di era modern, istiqomah menjadi lebih penting karena godaan dan tantangan semakin beragam. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis, seorang Muslim yang istiqomah akan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam meskipun dihadapkan pada peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak halal. Dalam kehidupan sehari-hari, istiqomah berarti tetap menjalankan perintah Allah seperti shalat, puasa, dan berbuat baik, meskipun lingkungan sekitar mungkin tidak mendukung.
Istiqomah juga berarti terus berusaha memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah, tidak hanya dalam kondisi lapang, tetapi juga dalam kondisi sulit. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Urgensi ketaatan di era modern tidak bisa diabaikan, mengingat tantangan yang semakin kompleks. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Istiqomah dalam menjalankan perintah Allah adalah bentuk ketaatan sejati yang akan membawa seorang Muslim kepada keberhasilan dan keselamatan. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk senantiasa istiqomah dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menjadi hamba-hamba yang diridhai-Nya.
Sumber : Pengajian Rutin Senin “Nderek Abah Yai”, Agustus (2024).
Page: 1 2
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…