Home Tokoh Suku Hui, Cahaya Islam dari Daratan Cina

Suku Hui, Cahaya Islam dari Daratan Cina

by Abdul Wahid Tamimi

Cina adalah negara yang kaya akan budaya dan ilmu pengetahuan. Seperti kata pepatah yang berbunyi:

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.”

Cina dikenal sebagai rumah agama Buddha. Berbagai padepokan dan wihara tersebar di seluruh penjuru negeri. Namun, perkembangan agama Islam di Cina tak boleh diremehkan sedikitpun. Salah satunya adalah Suku Hui, 1 dari beberapa suku muslim di Cina.

Suku Hui terbentuk dari asimilasi antara pedagang Islam dari Arab dan Asia Tengah dengan suku asli Cina seperti Han, Kanton, Hokkien, dan sebagainya. Mereka berasimilasi dengan baik dalam waktu yang lama, sehingga kesamaan fisik dan budaya dengan suku lainnya sudah tak bisa dipungkiri.

Suku Hui tersebar di hampir seluruh pelosok Cina. Namun, mereka terkonsentrasi di daerah Níngxià, Hǎinán, Yúnnán, Gānsù, dan Qīnghai. Berbeda dengan Suku Uighur di Xīnjiāng, mereka lebih dibebaskan untuk menjalankan syariat, mendirikan tempat ibadah dan pendidikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, Suku Hui memadukan nilai Islam dan tradisi lokal berbasis Konfusianisme. Mulai dari aspek sosial, budaya, hingga bangunan. Terlihat dari masjid mereka yang melambangkan kesempurnaan manifestasi dan harmoni antara kedua budaya luhur tersebut.

Layaknya Suku Uighur, saat ini Suku Hui menghadapi berbagai ancaman dari pemerintah Cina. Mereka dipaksa untuk mengurangi intensitas pengamalan syariat dan menerima paham komunis yang tak seluruhnya selaras dengan ajaran Islam. Apabila hal tersebut terus terjadi, dikhawatirkan nafas Islam di Cina akan semakin tersendat.

Baca Juga:  Benarkah Sayyidina Hasan Tidak Memiliki Keturunan?

Related Posts

Leave a Comment