Pasukan Demak sudah mengepung Panarukan selama tiga bulan, tetapi belum juga dapat merebut kota itu. Suatu ketika Trenggana bermusyawarah bersama para adipati untuk melancarkan serangan selanjutnya. Putra bupati Surabaya yang berusia 10 tahun menjadi pelayannya. Anak kecil itu tertarik pada jalannya rapat sehingga tidak mendengar perintah Trenggana. Trenggana marah dan memukulnya. Anak itu secara spontan membalas menusuk dada Trenggana memakai pisau. Sultan Demak itu pun tewas seketika dan segera dibawa pulang meninggalkan Panarukan.
Makam Sultan Trenggono berada di kompleks Masjid Demak, di cungkup khusus bersama keluarga terdekat dan para pembantunya. Makam ini bersebelahan dengan Makam Sultan Fatah dan Raden Pati Unus.
Wallahu A’lam Bishawb
PROGRESIF EDITORIAL - Doa dan ampunan bagi mereka yang telah berpulang merupakan salah satu amalan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pernah dengar nama Jabir Ibnu Hayyan? Kalau belum, kenalan yuk! Beliau ini…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap peserta lomba tentu memiliki harapan besar untuk meraih kemenangan dan menjadi…
PROGRESIF EDITORIAL - Ketua Umum PBNU dari 1956 hingga 1984, KH Idham Chalid akan menghiasi…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada saat sedang lapar kita pastinya ingin segera menyantap makanan yang sudah…
PROGRESIF EDITORIAL - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu tradisi penting yang dilaksanakan…