PROGRESIF EDITORIAL – Doa dan ampunan bagi mereka yang telah berpulang merupakan salah satu amalan terbaik dalam Islam. Salah satu tradisi yang sudah melekat di Indonesia adalah membaca Surah Yasin saat ada kerabat yang meninggal. Amalan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki dasar kuat yang telah diajarkan dari generasi ke generasi.
Kenapa Yasin?
Tradisi membaca Surah Yasin untuk orang yang meninggal bersumber dari sebuah hadis Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda, “Bacakanlah Surah Yasin untuk orang yang meninggal di antara kalian.” Meski ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang kekuatan hadis ini, banyak ulama besar seperti Imam An-Nawawi dan Imam Suyuti menganggapnya sebagai anjuran yang baik. Mereka percaya bahwa membaca Surah Yasin bisa memberikan ketenangan bagi yang sedang sakaratul maut dan menjadi permohonan ampunan bagi mereka yang sudah tiada.
Selain itu, dalam Islam, ada prinsip bahwa sedekah pahala, termasuk pahala membaca Al-Qur’an, bisa sampai kepada orang yang telah meninggal. Surah Yasin sendiri dikenal sebagai “jantung Al-Qur’an” dan memiliki banyak keutamaan. Dengan membacanya, kita berharap pahalanya bisa menjadi “hadiah” yang meringankan almarhum di alam kubur.
Bukan Sekadar Ritual
Di balik amalan ini, ada makna sosial yang begitu dalam. Saat duka melanda, berkumpulnya keluarga dan kerabat untuk membaca Yasin bersama dapat memberikan dukungan emosional dan menguatkan satu sama lain. Momen ini menjadi sarana untuk mengenang almarhum dan memanjatkan doa bersama, menciptakan suasana yang penuh kedamaian dan kasih sayang.
Tradisi ini juga menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup. Isi Surah Yasin yang banyak mengisahkan tentang hari kebangkitan dan akhirat, berfungsi sebagai nasihat untuk selalu berbuat kebaikan dan mempersiapkan diri. Jadi, membaca Yasin bukan hanya bermanfaat bagi almarhum, tapi juga bagi kita yang membacanya.
Pada akhirnya, apapun pandangannya, membaca Surah Yasin untuk orang yang meninggal adalah bentuk cinta dan kepedulian kita. Ini adalah cara kita mendoakan dan memohonkan ampunan bagi mereka yang telah mendahului kita, sebagai bekal terbaik untuk kehidupan abadi mereka di sisi Allah SWT.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
“Wallahu a’lam bishawab”
“Dan Allah Maha Mengetahui (kebenaran yang) sesungguhnya”.
