Dia telah mempelajari banyak buku yang menjadi dasar dalam ilmu tersebut. Adapun tentang ilmu melaut, ia telah mempelajarinya secara teori dan praktik langsung di bawah bimbingan bapaknya yang juga seorang petualang dan pelaut.
Pada saat-saat perjalanan dan petualangannya ke berbagai tempat, dia telah berhasil mempelajari beberapa bahasa. Di antaranya bahasa Sanserkerta (bahasa pengantar yang dipakai di India pada saat itu), Persia, Sawahiliyah (bahasa pesisir tenggara Afrika), dan Jawa (bahasa pengantar pulau Jawa).
Ketika Majid bertemu dengan para pelaut Portugis itu, termasuk dengan Vasco Da Gama, ia kemudian menunjukkan kompas buatannya itu. Kala itu, para pelaut Portugis sangat terkesima melihat kompas dengan 32 arah mata angin itu. Mereka juga mengaku belum pernah melihat kompas seperti itu sebelumnya.
Penemuan itu membuat bangsa Eropa menemukan jalur baru ke benua Asia, yang sebelumnya harus melewati tanah Islam di Timur Tengah. Keberhasilan Vasco da Gama itu tak ada artinya bila tak dibatu seorang navigator Muslim yang pemberani.
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…