Joko Tingkir tercatat pernah mengabdi di kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, yakni Kerajaan Demak. Saat itu, ia diangkat menjadi kepala prajurit oleh Sultan Trenggono (1505-1513 dan 1521-1546), raja ketiga Demak. Berkat jasanya, Jaka Tingkir diangkat sebagai Adipati Pajang dan memiliki gelar Adipati Adiwijaya.
Ia kemudian dinikahkan dengan putri Sultan Trenggono, Ratu Mas Cempaka. Setelah Sultan Trenggono meninggal dunia, Kerajaan Demak mengalami pergolakan akibat perebutan kekuasaan.
Kekacauan berhasil diakhiri setelah Joko Tingkir menyingkirkan Arya Penangsang, keponakan Sultan Trenggono yang membunuh Sunan Prawoto, putra mahkota Kerajaan Demak. Secara otomatis, Jaka Tingkir menjadi pewaris takhta Kerajaan Demak.
PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…
PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…
PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…
PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…