PROGRESIF EDITORIAL – Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan universal yang bersumber dari ajaran Islam. Konsep ini berakar kuat pada prinsip bahwa Islam diturunkan sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), yang menuntut umatnya untuk menjunjung tinggi harkat, martabat, dan hak asasi setiap manusia, tanpa memandang suku, agama, ras, atau latar belakang sosial. Dalam perspektif ini, ketaatan kepada Tuhan (hablun minallah) harus selaras dan terwujud dalam kepedulian serta perlakuan adil terhadap sesama manusia (hablun minannas). Orientasi pada kemanusiaan ini tidak memisahkan aspek transendental (ketuhanan) dari aspek sosial, melainkan justru menegaskan bahwa ibadah vertikal yang sesungguhnya harus bermuara pada kebaikan horizontal di tengah masyarakat. Dengan demikian, keislaman humanis berupaya menampilkan wajah Islam yang toleran, inklusif, dan damai, menjadikan keadilan, kasih sayang, dan musyawarah sebagai landasan utama dalam berinteraksi dan menyelesaikan persoalan kehidupan.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…