PROGRESIF EDITORIAL – Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan sebuah aksi moral dan kemanusiaan untuk melindungi “jiwa kolektif” suatu kelompok masyarakat. Budaya adalah manifestasi dari pengalaman, kearifan, dan kreativitas manusia—sehingga ketika sebuah bahasa daerah, ritual adat, atau pengetahuan tradisional lenyap, yang hilang adalah suara, memori, dan martabat sekelompok orang. Upaya pelestarian yang humanis berfokus pada pelaku budaya (manusia), bukan hanya artefaknya. Ini berarti kita harus memberdayakan para sesepuh, seniman, dan komunitas adat sebagai penjaga hidup, memastikan bahwa mereka memiliki ruang dan sumber daya untuk terus mempraktikkan dan mewariskan warisan mereka dengan bangga. Dengan menghargai budaya mereka, kita secara fundamental mengakui dan memuliakan eksistensi kemanusiaan mereka.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…