KH. Anwar Alwi, Ayah Para Ulama Agung

by Abdul Wahid Tamimi
1 minutes read


Jiwa pejuang ayahnya menggugah KH. Anwar Alwi untuk mewakili KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam memotori pergerakan mujahid di Jombang. Ia juga pernah membelokkan air sumur bor Belanda agar mengaliri sawah pribumi. Hal ini membuatnya sering dijebloskan ke penjara.

KH. Anwar Alwi menikah dengan Hj. Khadijah dan dikaruniai 12 anak. Di antara putranya adalah KH. Manshur Anwar (menantu sekaligus pengasuh Pesantren Lirboyo) dan KH. Mahfuzh Anwar (menantu sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng). Bahkan, kini 2 pesantren tersebut masih dipimpin oleh keturunan KH. Anwar Alwi, yakni KH. Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH. Abdul Hakim Mahfuzh (Tebuireng).

KH. Anwar Alwi wafat di Paculgowang pada 9 Jumadil Awal 1348 (12 Oktober 1929) di usia 54/56 tahun dan dimakamkan di pesantren yang telah membesarkan dan dibesarkannya. Kini, Pesantren Tarbiyatunnasyiin diasuh oleh cicitnya, KH. Muhammad Shobih al-Muayyad bin KH. Abdul Aziz Manshur bin KH. Manshur Anwar bin KH. Anwar Alwi. Semoga kita semua mendapatkan berkah darinya.

Amin ya robbal ‘alamin.

Related Posts

Secret Link