KH. Hasan juga terkenal akan belas kasihnya terhadap manusia. Dalam suatu riwayat, ketika KH. Hasan akan berangkat membeli mobil, ia melihat mobil di jalan menyebarkan debu yang mengganggu masyarakat.
Karena belas kasihnya, KH. Hasan mengurungkan niatnya untuk membeli mobil karena ia takut masyarakat akan terganggu dengan debu yang disebarkan oleh mobil tersebut.
Selain itu, KH. Hasan pernah memarahi salah satu putranya, KH. Muhammad Hasan Saifurrizal (Nun Aksan), karena melempar bom ke toko milik Belanda. Ia takut Belanda akan marah dan menyerang masyarakat lebih ganas.
ROGRESIF EDITORIAL - Sejarah masuknya Islam ke Nusantara selalu menarik untuk diulik, terutama ketika kita…
PROGRESIF EDITORIAL - Mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang spiritualitas dan akhlak, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Ketika sakit gigi menyerang, rasa nyeri yang hebat seringkali membuat kita bingung…
PROGRESIF EDITORIAL - Kekalahan telak di Perang Badar meninggalkan luka yang amat dalam bagi kaum…
PROGRESIF EDITORIAL - Batik itu lebih dari sekadar kain ia adalah seni berjalan dari Indonesia.…
PROGRESIF EDITORIAL - Siapa sih yang tidak kenal Ibnu Khaldun? Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler…