Hati KH. Achmad Shiddiq tergugah untuk menemui Gus Miek secara langsung. Ia mulai sering bertemu dan berbicara berbagai topik dengan Gus Miek. Bahkan, Gus Miek turut membantu KH. Achmad Shiddiq dalam menyusun Khittah 1926. Sebaliknya, KH. Achmad Shiddiq turut membantu Gus Miek mendirikan Moloekatan Jantiko-Mantab Dzikr al-Ghafilin.
“Aku hanya ingin bertanya apakah yang telah aku pahami dari kitab-kitab dan aku jalankan selama ini sudah benar,” ujar KH. Achmad Shiddiq.
“Ibarat aku berada di puncak gunung, aku ingin memastikan, bila telaga Gus Miek itu dalam, aku hendak terjun ke dalamnya. Bila ternyata dangkal, aku tidak mau mati bunuh diri,” ucap KH. Achmad Shiddiq dalam kesempatan lain.
Bahkan, hubungan tersebut berlanjut hingga keturunannya. Gus Miek dan KH. Achmad Shiddiq saling menikahkan putra-putrinya. KH. Tijani Robert Syaifunnawas dinikahkan dengan Hj. Nida Dusturia dan KH. Muhammad Hisyam Rifqi dinikahkan dengan Hj. Fitria Tahta Alfina Pagelaran.
PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…
PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…
PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…
PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…