Ketika KH. Achmad Shiddiq dirawat di rumah sakit, dokter sudah menyerah akan keadaannya. Namun, setelah Gus Miek berdoa, KH. Achmad Shiddiq dapat bertahan sekitar seminggu hingga wafatnya. Bahkan, saat pemakaman KH. Achmad Shiddiq, Gus Miek mengatakan bahwa ia dan KH. Achmad Shiddiq adalah sahabat dunia akhirat.
“Yang dimakamkan di depan saya ini bukan politikus atau cendekiawan. Semua menyaksikan, saya lebih menyaksikan beliau ini adalah sahabat saya di akhirat nanti,” ucap Gus Miek.
“Ya Allah, saya percayakan, saya titipkan kepada-Mu. Semoga diberikan lampu sebagai cahaya penerang di dunia dan akhirat. Ya Allah, terangi hati kami dengan cahaya hidayahmu,”.
“Sungguh saya rela dan ikhlas didahului anda. Tugas anda telah rampung dan tuntas. Kami yakin istri, anak, dan cucu telah penuh dengan modal yang anda berikan, yaitu hati yang tak pernah padam mengenali Allah dan tak pernah berhenti dalam berkomunikasi dengan-Nya,”.
“Ya Allah, berikan ketahanan, kesiapan, dan keluasan-Mu kepada yang ditinggalkan KH. Achmad Shiddiq. Saya yakin semua telah siap dengan ibadahnya.” tutup Gus Miek.
ROGRESIF EDITORIAL - Sejarah masuknya Islam ke Nusantara selalu menarik untuk diulik, terutama ketika kita…
PROGRESIF EDITORIAL - Mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang spiritualitas dan akhlak, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Ketika sakit gigi menyerang, rasa nyeri yang hebat seringkali membuat kita bingung…
PROGRESIF EDITORIAL - Kekalahan telak di Perang Badar meninggalkan luka yang amat dalam bagi kaum…
PROGRESIF EDITORIAL - Batik itu lebih dari sekadar kain ia adalah seni berjalan dari Indonesia.…
PROGRESIF EDITORIAL - Siapa sih yang tidak kenal Ibnu Khaldun? Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler…