Dar al-Hadits al-Faqihiyyah tumbuh menjadi pesantren yang sangat disegani. Banyak ulama besar yang pernah menimba ilmu di sana. Mulai dari Keluarga Shihab hingga asy-Syaikh Muhammad Said bin Ramadhan bin Umar al-Buthi pernah belajar di sana.
Pada 1962, al-Habib Abdul Qadir meninggal di usia 66 tahun. Sebagai putra mahkota, al-Habib Abdullah akhirnya memimpin pesantren di usia yang sangat muda, 31 tahun.
Sejak muda, al-Habib Abdullah telah menunjukkan kecerdasannya. Di usia dini, ia telah hafal al-Quran dan serba-serbi hadits. Bahkan, ia mendapatkan berbagai penghargaan dari universitas dunia karena kecerdasannya dalam bidang al-Quran dan hadis.
Di tangannya, perkembangan pesantren semakin signifikan. Bahkan, namanya harum di kalangan pemerintah. Hal tersebut dibuktikan dengan dilantiknya al-Habib Abdullah menjadi penasihat di beberapa kementerian.
Dalam mengajar, al-Habib Abdullah sangat tegas. Ia tak pandang bulu dalam menetapkan peraturan. Dikisahkan bahwa ia pernah menghukum putra dari KH. Abdul Hamid. Padahal, ayahnya adalah kiai besar.
Tak hanya itu, al-Habib Abdullah juga sangat patriotis. Ia bersama para ulama lainnya mempelopori penerimaan asas tunggal Pancasila oleh umat Islam di Indonesia, terutama Nahdlatul Ulama.
PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…
PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…
PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…
PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…
PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…