Pada 1991, al-Habib Abdullah wafat di usia 56 tahun. Ia dimakamkan di sebelah makam ayahnya di TPU Kasin, Klojen. Hingga kini makamnya masih ramai diziarahi. Bahkan, peringatan wafatnya selalu ramai dikunjungi umat dari berbagai negara setiap tahunnya.
Sepeninggal keduanya, Pesantren Dar al-Hadits al-Faqihiyyah kini diasuh oleh 3 putra al-Habib Abdullah dengan istrinya, al-Hubabah asy-Syarifah Azizah al-Jufri, yakni al-Habib Abdul Qadir, al-Habib Muhammad, dan al-Habib Abdurrahman. Ketiganya merupakan generasi baru ahli hadis yang saat ini berusaha mempertahankan kejayaan para leluhurnya.
Kedua ahli hadis tersebut mengajarkan bagaimana kita harus giat dalam menimba ilmu serta memperindah tata krama kita kepada guru. Tanpa adanya guru, tentu takkan ada ulama seperti keduanya.
Wallahu a’lam bishawwab.
ROGRESIF EDITORIAL - Sejarah masuknya Islam ke Nusantara selalu menarik untuk diulik, terutama ketika kita…
PROGRESIF EDITORIAL - Mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang spiritualitas dan akhlak, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Ketika sakit gigi menyerang, rasa nyeri yang hebat seringkali membuat kita bingung…
PROGRESIF EDITORIAL - Kekalahan telak di Perang Badar meninggalkan luka yang amat dalam bagi kaum…
PROGRESIF EDITORIAL - Batik itu lebih dari sekadar kain ia adalah seni berjalan dari Indonesia.…
PROGRESIF EDITORIAL - Siapa sih yang tidak kenal Ibnu Khaldun? Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler…