Categories: Tokoh

Mengenal 7 Putra Hebat dari Sidogiri

  1. KH. Muhammad Noerhasan Nawawi

Lahir pada 1909, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi adalah putra satu-satunya KH. Nawawi Noerhasan dari istri pertama, Hj. Ru’yanah Oerip yang masih memiliki hubungan sepupu dengannya.

Sejak di dalam kandungan, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi, sudah memiliki keistimewaan. Para kiai mengatakan pada KH. Nawawi Noerhasan bahwa putranya akan menjadi seorang macan putih yang menjadi panutan umat.

Benar saja, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi tumbuh menjadi seorang wali yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia sanggup membaca dan mengajarkan buku karya ulama besar. Padahal, usianya saat itu masih sangat muda. 

Selain itu, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi juga sangat rendah hati, sederhana, dan rasa hormat dan kasih sayang yang sangat luhur. Ia sangat senang bercengkrama dengan para warga tanpa menunjukkan kedudukannya. Bahkan, banyak orang awam yang tak mengetahui bahwa ia adalah seorang ulama.

Di masa pemberontakan PKI, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi menunjukkan salah satu keistimewaannya. Suatu ketika, ia bersama beberapa santrinya pernah melawan komplotan anggota PKI yang ingin membunuhnya. Pada awalnya, mereka kewalahan karena anggota PKI tersebut kebal senjata.

Lalu, KH. Muhammad Noerhasan Nawawi, KH. Muhammad Ghozi Noerhasan, putranya, dan Anshori, pembantunya, mengeluarkan pecut sebanyak 4 buah. Ketika pecut tersebut dipukulkan, anggota PKI tersebut terbakar dan kekebalannya hilang.

KH. Muhammad Noerhasan Nawawi wafat pada 1967 di usia 58 tahun. Di hari wafatnya, muncul sebuah keajaiban. Pelayat yang hadir sangat ramai. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari mancanegara. Selain itu, liang lahatnya terbuka sendiri seolah menerima dengan tangan terbuka.

Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Abdul Wahid Tamimi

Share
Published by
Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Lisan Berhias Surga: Inilah Dzikir Paling Dicintai Allah

PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…

6 months ago

Menghayati Adab Santri: Pilar Kehidupan di Pesantren

PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…

6 months ago

10 November: Api yang Tak Pernah Padam di Jantung Surabaya

PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…

6 months ago

Adab Berbicara dengan Orang yang Lebih Tua dalam Islam: Menabur Hormat dan Kasih Sayang

PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…

6 months ago

Warisan Abadi: Jejak Kebudayaan Islam di Nusantara

PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…

6 months ago

Bawang Putih: Antara Manfaat Ajaib dan Adab Beribadah

PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…

6 months ago