Home Dawuh Kyai Nurun Ala Nur! Cahaya Ilahi Yang Akan Terangi Hidupmu!

Nurun Ala Nur! Cahaya Ilahi Yang Akan Terangi Hidupmu!

by Arundaya Maulana
Cahaya Ilahi/Freepik

PROGRESIF EDITORIAL – Surah An-Nur ayat 35 adalah salah satu ayat yang paling indah dan mendalam dalam Al-Qur’an, menggambarkan konsep cahaya ilahi yang menerangi hati dan pikiran umat manusia. Ayat ini berbunyi :

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nur: 35)

Ayat ini mengandung beberapa lapisan makna yang mendalam, dan ulama serta cendekiawan Islam telah menafsirkannya dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa poin utama dari tafsir ayat ini :

1.  Allah Sebagai Cahaya Langit dan Bumi : 

   Allah SWT menggambarkan diri-Nya sebagai sumber cahaya bagi langit dan bumi. Ini bukan hanya merujuk pada cahaya fisik, tetapi juga pada cahaya spiritual yang menerangi hati dan jiwa manusia. Cahaya ini adalah sumber dari segala kebenaran, pengetahuan, dan petunjuk.

2.  Perumpamaan Cahaya Allah :

   Perumpamaan cahaya Allah digambarkan seperti sebuah misykat (lubang yang tidak tembus) yang di dalamnya terdapat misbah (pelita). Pelita ini berada dalam kaca yang berkilauan seperti bintang yang bercahaya. Kaca tersebut menyimbolkan transparansi dan keindahan yang memancarkan cahaya ilahi.

Baca Juga:  Apakah Pahala Hilang jika Silahturahmi Virtual?

3.  Pelita dan Kaca :

   Pelita dalam kaca menggambarkan kecerahan dan kejernihan cahaya Allah yang memancar tanpa halangan. Kaca yang disebutkan dalam ayat ini seolah-olah seperti bintang yang bercahaya menunjukkan betapa murni dan berkilau cahaya tersebut.

Related Posts

Leave a Comment