Pertama, hingga penghujung tahun ini, terdapat banyak sekali kelaliman besar yang dilakukan di dalam pesantren.
Mulai dari perundungan, pelecehan, hingga pembunuhan. Hal tersebut jelas mencoreng nama baik pesantren di mata umat. Sehingga, kepercayaan umat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren berkurang secara signifikan.
Oke, memang ada yang berdalih bahwa itu semua bertujuan untuk melatih mental seorang santri. Tapi, ketahuilah bahwa kekuatan mental setiap manusia itu berbeda. Ada yang sabar dan tenang, ada juga yang tidak bisa menerima secara mutlak.
Masalah lainnya adalah kelaliman tersebut dilakukan oleh santri senior yang harusnya menjadi teladan bagi adiknya. Padahal, dimanapun generasi muda berada, mereka membutuhkan teladan dari yang sudah berpengalaman.
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…