Categories: Ragam

Sejarah dan Perbedaan Rais Aam dengan Ketua Umum dalam Nahdlatul Ulama

Ketua Umum bergerak di bidang eksekutif. Lingkup kerjanya adalah di bidang tanfidziah yang melaksanakan setiap keputusan yang dikeluarkan Rais Aam. Wewenang Ketua Umum adalah:

  1. Mewakili PBNU baik ke luar maupun ke dalam yang menyangkut pelaksanaan kebijakan organisasi dalam bentuk konsultasi, koordinasi maupun informasi,
  2. Merumuskan kebijakan khusus organisasi,
  3. Mewakili PBNU dalam hal melakukan tindakan penerimaan, pengalihan, tukar-menukar, penjaminan, penyerahan wewenang penguasaan/pengelolaan, dan penyertaan usaha atas harta benda bergerak dan atau tidak bergerak milik atau yang dikuasai Nahdlatul Ulama dengan tidak mengurangi pembatasan yang diputuskan oleh muktamar baik di dalam atau di luar pengadilan,
  4. Menandatangani keputusan strategis organisasi PBNU,
  5. Membatalkan keputusan perangkat organisasi yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama, dan
  6. Menandatangani surat-surat keputusan biasa PBNU.

Dalam sejarahnya, Ketua Umum telah dijabat 11 orang, yaitu:

  1. KH. Hasan Bashri Saqifuddin Gipo (1926-1929)
  2. KH. Ahmad Noor (1929-1937)
  3. KH. Mahfudh Shiddiq (1937-1944)
  4. KH. Nahrawi Tahir (1944-1951)
  5. KH. Abdul Wahid Hasyim (1951-1953)
  6. KH. Muhammad Dahlan (1953-1956)
  7. KH. Idham Chalid (1956-1984)
  8. KH. Abdurrahman Wahid (1984-1999)
  9. KH. Ahmad Hasyim Muzadi (1999-2010)
  10. KH. Sa’id Aqil Sirodj (2010-2021)
  11. KH. Yahya Cholil Staquf (2022-2027)

Page: 1 2 3 4

Abdul Wahid Tamimi

Recent Posts

Wayang: Perjalanan Abadi dari Roh Leluhur hingga Panggung Akulturasi

PROGRESIF EDITORIAL - Wayang bukan sekadar seni pertunjukan biasa; ia adalah cerminan panjang peradaban Nusantara.…

5 months ago

Sandi Rahasia Jumat: Menggenggam Cahaya Abadi dan Tameng dari Fitnah Akhir Zaman

PROGRESIF EDITORIAL - Hari Jumat bagi umat Muslim ibarat jendela emas menuju keberkahan. Salah satu…

5 months ago

Investasi Malam Terbaik: Mengapa Surah Al-Mulk Adalah “Perisai Tidur” bagi Setiap Muslim

PROGRESIF EDITORIAL - Malam adalah waktu di mana kita melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia dan…

5 months ago

Sumpah Pemuda: Bukan Sekadar Ikrar, Tapi Proklamasi Jiwa yang Menyatukan Nusantara

PROGRESIF EDITORIAL - Pada hakikatnya, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar tiga poin ikrar yang dibacakan pada…

5 months ago

Jihad fi Sabilillah: Perjuangan Melawan Hawa Nafsu hingga Menegakkan Kebaikan

PROGRESIF EDITORIAL - Konsep Jihad fi Sabilillah (Arab: جهاد فِي سَبِيلِ اللَّهِ) sering kali disalahpahami,…

5 months ago

Semangat Santri di Tahun 2025: Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia

PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 22 Oktober, denyut semangat Hari Santri selalu terasa istimewa. Pada…

5 months ago