Foto: Logo Nahdlatul Ulama
PROGRESIF EDITORIAL– Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar istilah Rais Aam dan Ketua Umum. Tak jarang dalam muktamar Nahdlatul Ulama, keduanya diangkat secara bersamaan. Saat ini, jabatan tersebut dipimpin oleh KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Cholil Staquf.
Namun, sebagian dari kita tidak mengetahui tentang perbedaan dari kedua jabatan tersebut, mengingat keduanya sama-sama merupakan jabatan tertinggi di Nahdlatul Ulama. Padahal, tugas dan lingkup jabatannya sangat berbeda.
Nah, kali ini, saya akan menjelaskan tentang perbedaan serta sejarah Rais Aam dan Ketua Umum dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Simak, yuk!.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…