Bagi kalian yang sering mendengar hadis tentu tidak asing dengan nama di atas, kan?. Ya, dialah al-Imam Muhammad al-Bukhari, perawi hadis termasyhur sepanjang masa.
Muhammad bin Ismail al-Bukhari lahir di Bukhara, sebuah kota di Uzbekistan, pada tahun 194 Hijriyah dari keluarga keturunan Persia. Ia lahir di tengah keluarga yang sangat mencintai Nabi. Ayahnya, Ismail, merupakan ulama perawi hadis. Sedangkan, ibunya merupakan ahli ibadah yang sangat salehah.
Sejak kecil, Muhammad dididik keluarganya untuk menjadi ulama. Namun, kecintaannya terhadap hadis yang menurun dari sang ayah membuatnya lebih mendalami ilmu tersebut.
Karena ketekunannya, ia dapat menerbitkan buku berjudul Shahih al-Bukhari. Buku tersebut adalah pegangan utama para ahli hadis. Bahkan, mereka menaruh derajat kesahihan buku tersebut tepat dibawah al-Quran.
Muhammad wafat di Bukhara pada malam Idul Fitri tahun 256 Hijriyah setelah pulang dari perjalanannya ke Nishapur dan Samarkand.
PROGRESIF EDITORIAL - Dalam ibadah harian, dzikir atau mengingat Allah merupakan amalan ringan yang memiliki…
PROGRESIF EDITORIAL - Kehidupan seorang santri tidak hanya diisi dengan hafalan dan kajian kitab, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Setiap tanggal 10 November, seluruh Indonesia mengheningkan cipta, bukan sekadar untuk upacara…
PROGRESIF EDITORIAL - Berinteraksi dengan orang yang lebih tua, terutama dalam konteks ajaran Islam, bukan…
PROGRESIF EDITORIAL - Penyebaran Islam di Nusantara (Indonesia) tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga…
PROGRESIF EDITORIAL - Bawang putih disebut dalam Al-Qur'an sebagai salah satu jenis makanan, yang secara…