Persaingan dimulai ketika Safawi dibawah Esmail ash-Shafawi berusaha menguasai wilayah timur Utsmani. Khalifah Selim al-Yafuz yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka lantas menabuh genderang perang pada 1514. Kelak, perang pertama antar kesultanan tersebut dikenal dengan Perang Chaldiran.
Dalam perang ini, Selim berhasil mengusir pasukan Esmail hingga ke Armenia. Esmail akhirnya gagal menaklukkan Utsmani bahkan hingga kematiannya pada 1524.
Dendam ini berlanjut pada anak mereka. Di masa Shah Tahmasp bin Esmail ash-Shafawi dan Khalifah Suleiman bin Selim al-Qanuni, perang berlanjut. Namun, kali ini situasinya berbalik. Tahmasp yang menjalin kerjasama dengan Kerajaan Habsburg berhasil mengusir Utsmani di Tabriz. Suleiman akhirnya menandatangi perjanjian damai pada 1555.
ROGRESIF EDITORIAL - Sejarah masuknya Islam ke Nusantara selalu menarik untuk diulik, terutama ketika kita…
PROGRESIF EDITORIAL - Mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang spiritualitas dan akhlak, tetapi…
PROGRESIF EDITORIAL - Ketika sakit gigi menyerang, rasa nyeri yang hebat seringkali membuat kita bingung…
PROGRESIF EDITORIAL - Kekalahan telak di Perang Badar meninggalkan luka yang amat dalam bagi kaum…
PROGRESIF EDITORIAL - Batik itu lebih dari sekadar kain ia adalah seni berjalan dari Indonesia.…
PROGRESIF EDITORIAL - Siapa sih yang tidak kenal Ibnu Khaldun? Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler…