Isra' Mi'raj/Freepik
PROGRESIF EDITORIAL – Dalam rutinan ngaji ‘Senen’ bersama Abuya Agoes Ali Masyhuri. Beliau memberikan dakwah kepada para jamaah untuk mencatat suatu ayat yang istimewa yaitu Al-Qur’an surah Al-Isra’ Ayat 1. Ayat ini menjelaskan tentang mukjizat Isra’ Mi’raj yang agung! Simak berikut penjelasannya.
Al-Isra’ ayat 1 merupakan salah satu ayat yang sangat penting dalam Islam karena menjadi landasan bagi peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu perjalanan luar biasa Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke langit untuk menerima perintah sholat. Ayat ini menggambarkan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT.
سُبْحٰنَ الَّذِىٓ أَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِى بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَآ ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Terjemahan:
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’: 1)
Ayat ini dibuka dengan سُبْحٰنَ (Subhan), yang artinya Mahasuci Allah. Ini menunjukkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj adalah sesuatu yang luar biasa, di luar nalar manusia, dan hanya mungkin terjadi karena kekuasaan Allah SWT.
Kata أَسْرَىٰ (Asra) berarti “memperjalankan pada malam hari.” Ini menunjukkan bahwa perjalanan ini benar-benar terjadi secara fisik, bukan hanya dalam mimpi. Hal ini ditegaskan dalam berbagai hadis sahih.
Allah menyebut Nabi Muhammad ﷺ dengan kata hamba-Nya (بِعَبْدِهِ), yang menunjukkan bahwa kedudukan tertinggi manusia adalah menjadi hamba Allah yang taat.
Allah menyebutkan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina), yang menunjukkan:
Tujuan perjalanan ini adalah untuk memperlihatkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tanda-tanda kebesaran Allah. Di langit, beliau diperlihatkan surga, neraka, dan bertemu para nabi terdahulu.
Ayat ini ditutup dengan pujian kepada Allah sebagai Maha Mendengar dan Maha Melihat, menegaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu dan berkuasa atas segala hal.
Peristiwa Isra’ Mi’raj dijelaskan secara rinci dalam berbagai hadis sahih. Salah satunya adalah hadis panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Didatangkan kepadaku Buraq, seekor hewan putih lebih tinggi dari keledai dan lebih kecil dari bagal, yang langkahnya sejauh pandangan mata. Maka aku pun menungganginya hingga tiba di Baitul Maqdis, lalu aku mengikatnya di tempat para nabi mengikat kendaraan mereka. Kemudian aku shalat dua rakaat di sana.” (HR. Muslim, no. 162)
Setelah itu, Rasulullah ﷺ naik ke langit dan bertemu para nabi:
Di Sidratul Muntaha, Rasulullah ﷺ menerima perintah sholat 50 waktu, lalu dikurangi menjadi 5 waktu setelah Nabi Musa AS menyarankan agar Nabi Muhammad ﷺ meminta keringanan kepada Allah SWT.
Isra’ Mi’raj adalah peristiwa besar yang menjadi bukti kekuasaan Allah dan kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ. Al-Isra’ ayat 1 memberikan pesan bahwa keimanan harus lebih kuat dari logika manusia. Dari perjalanan ini, umat Islam memperoleh perintah sholat sebagai kewajiban utama.
Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa, tetapi juga ujian keimanan, yang menjadi titik penting dalam sejarah Islam. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wallahu A’lam.
Sumber: Pengajian Rutin ‘Senen’ Bersama Abuya Agoes Ali Mayshuri, Februari (2025).
[1] https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7183041/surat-al-isra-ayat-1-arab-latin-terjemahan-tafsir-dan-kandungannya
[2] https://news.detik.com/berita/d-5618134/surat-al-isra-ayat-1-arab-latin-dan-kandungannya
[3] https://www.tokopedia.com/s/quran/al-isra/ayat-1
[4] https://tafsirweb.com/4605-surat-al-isra-ayat-1.html
[5] https://quran.nu.or.id/al-isra/1
[6] https://kalam.sindonews.com/surah/17/al-isra
[7] https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231206164153-569-1033763/surat-al-isra-ayat-1-arab-latin-terjemahan-dan-tafsir
[8] https://quran.com/id/perjalanan-malam/1-5
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…