Home Seputar Islam Berikut, 3 Tingkatan Kesabaran Menurut Rasulullah

Berikut, 3 Tingkatan Kesabaran Menurut Rasulullah

by Farrel Dimas Saputra

Sabar secara bahasa berarti al habsu yaitu menahan diri. Sedangkan secara syar’i, sabar adalah menahan diri dalam tiga perkara : ketaatan kepada Allah, hal-hal yang diharamkan, takdir Allah yang dirasa pahit (musibah).

Allah SWT memerintahkan kepada semua muslim untuk bersabar dalam menjalani kehidupan di dunia. Sering kali manusia diberikan ujian, tetapi ujian yang diberikan sebenarnya tidak terlepas dari batas kemampuan umatnya. Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk bertakwa kepada Allah.

Sabar dalam maksud ini adalah untuk menahan diri dari maksiat dan tetap taat kepada Allah SWT.  Seperti firman Allah dalam QS. Ali-Imran ayat 200, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

Sabar memanglah bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, Allah akan memberikan ganjaran yang setimpal bagi orang-orang yang sabar. Sebab, Allah sangat mencintai orang-orang yang sabar.

Ada tiga tingkatan sabar yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Seperti dalam kitab as-Shabru wa Tsawâb ‘alaihi, Syekh Ibnu Abid Dunya mencantumkan sebuah hadis riwayat Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصَّبْرُ ثَلَاثٌ: فَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ، وَصَبْرٌ عَنِ الْمَعْصِيَةِ، فَمَنْ صَبَرَ عَلَى الْمُصِيبَةِ حَتَّى يَرُدَّهَا بِحُسْنِ عَزَائِهَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثَلَاثَمِائَةِ دَرَجَةٍ بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ، وَمَنْ صَبَرَ عَلَى الطَّاعَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ سِتَّمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ، وَمِنْ صَبَرَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ تِسْعَمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ مَرَّتَيْنِ  

Artinya: “Sabar ada tiga tingkatan; sabar atas musibah, sabar dalam menjalani ketaatan, dan sabar dari laku kemaksiatan. Siapa saja yang sabar menghadapi musibah, sampai ia mampu merestorasinya sebaik mungkin, Allah akan mengangkat 300 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara langit dan bumi.
Dan, yang bersabar dalam menjalani ketaatan, Allah mengangkat 600 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy.
Sedangkan, bagi yang bersabar dari laku kemaksiatan, Allah mengangkat 900 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sekitar dua kali lipat antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy.”

  • SABAR MENGHADAPI MUSIBAH
Baca Juga:  Inilah Alasan Mengapa Memakai Pakaian Ihram saat Ibadah Umrah dan Haji

Seperti yang telah diketahui, sebagai umat muslim, takdir Allah ada dua macam, yaitu takdir yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan (musibah). Bagi siapa pun yang mendapat takdir baik, maka hendaklah bersyukur. Tapi bagi yang sedang menghadapi musibah, maka hendaklah bersabar.

Nasihat bersabar dari Rasul saat menghadapi musibah dapat dipelajari dari hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Beliau berkata:

مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »

Artinya: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, (Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah). Kemudian wanita itu berkata, (Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya). Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian wanita ini berkata, (Aku belum mengenalmu). Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, (Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah).” (HR. Bukhari)

  • SABAR MENGAHADAPI KEMAKSIATAN

Setiap saat seorang muslim pasti selalu mendapat godaan dari makhluk yang terlihat nyata atau pun makhluk yang gaib untuk melakukan maksiat. Baik itu perbuatan dosa kecil maupun besar, seorang muslim harusnya sabar untuk menahan diri. Dosa-dosa yang tidak sengaja dilakukan seperti melihat yang tidak seharusnya dilihat dan menggunjing orang lain termasuk perbuatan yang harusnya dihindari.

Sebaiknya, berperilakulah selayaknya yang diperintahkan oleh Allah SWT. Sebab, balasan dari Allah tidak mungkin ingkar. Seperti firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 10, yang berbunyi:

Baca Juga:  10 Kiat Hidup Bahagia ala Gus Ali
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10)

  • SABAR MENJALANI KETAATAN

Sabar dalam menjalani perintahkan Allah SWT, dan segala ibadah yang dibebankan, serta kesulitan yang dihadapi tatkala menegakkan perintah-perintah-Nya. Sabar dalam hal ini adalah level tertinggi dalam tingkatan kesabaran. Seorang mukmin bersabar ketika melakukan ketaatan, yakni dengan sebaik mungkin mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Karena sabar adalah penolong umat muslim. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:153)

Wallahu A’lam Bishawb

Related Posts

Leave a Comment