Home Tokoh Shalahuddin Al-Ayyubi, Pahlawan Muslim Perang Salib

Shalahuddin Al-Ayyubi, Pahlawan Muslim Perang Salib

by Farrel Dimas Saputra

Sultan Salahuddin Ayubi merupakan sosok prajurit dan penguasa yang fenomenal. Dia adalah pahlawan dari ratusan pertempuran. Shalahuddin Al Ayyubi juga bukanlah orang yang senang mengajak berperang, ia adalah seorang penjaga kebebasan.

Penjaga dan pembela Negara Islam dari musuhnya, yaitu pasukan Salib. Ia menjadi pahlawan Islam karena pasukan Salib telah menjajah negara Islam dengan kekuatan dan paksaan, preampasan semena-mena, juga membunuh orang yang tidak berdosa. Shalahuddin telah mengambil pelajaran hidupnya dari Nabi Muhammad saw.

Orang-orang Eropa mengenalnya sebagai Saladin, seorang jenderal hebat yang gagah berani memerangi tentara Salib. Selain itu, Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai pendiri Dinasti Ayyubiyah, yang kekuasaannya meliputi Mesir, Suriah, Mekkah, Madinah, sebagian Yaman, Irak, dan Palestina.

Dilansir dari laman World Bulletin pada Jumat (23/4), Dunia tidak pernah menyaksikan penakluk yang lebih sopan dan manusiawi seperti Salahuddin.

Taktik pertempuran dan keberaniannya yang tak tertandingi sebagai seorang prajurit. Kenegarawanan yang heroik dan kekuatan karakternya membuatnya dihormati bahkan oleh musuh-musuhnya. Dia dikenal karena membebaskan kota suci Yerusalem dari Tentara Salib.

Alih-alih menjadi sosok yang dibenci di Eropa, ia menjadi contoh terkenal dari prinsip-prinsip kesopanan. Perang Salib mewakili perang paling dahsyat, dan terpanjang dalam sejarah umat manusia.

Pada puncak kekuasaannya, ia memerintah Mesir, Suriah, Mesopotamia, Hijaz, dan Yaman. Sejarah mencatat ada dua pencapaian utamanya yang diakui tidak hanya oleh dunia Muslim tetapi juga musuh-musuhnya. Salah satunya adalah Perang melawan Tentara Salib dan kedua, merebut Yerusalem.

Salahuddin Al Ayyubi lahir di benteng Tikrit, Irak, pada 532 H/1138 M ketika ayahnya, Najmuddin Ayyub, menjadi penguasa Seljuk di Tikrit di bawah Imaduddin Zanki, gubernur Seljuk untuk Kota Mosul di Irak.

Shalahuddin Al Ayyubi berasal dari keturunan suku Kurdi wilayah Irak Utara. Ayah dan ibunya berasal dari Duwain (Dvin) daerah di Azerbaijan. Ayahnya bernama Ayyub Najmuddin yang ketika itu menjabat sebagai pemimpin atau penguasa di benteng Tikrit, sebuah kota di tepian sungai Tigris, sekitar 140 KM di barat laut kota Baghdad.

Baca Juga:  Sultan Agung Dari Mataram, Pembawa Kejayaan Mataram

Shalahuddin Al Ayyubi memiliki nama asli Abul Muzhaffar Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadzi yang bergelar Sultan al-Malik an-Nashir (Raja Sang Penakluk). Ia lahir pada tahun 1137 M di sebuah benteng Tikrtit, tempat ayahnya menjabat sebagai pemimpin wilayah Tikrit.

Shalahuddin Al Ayyubi yang memiliki garis keturunan dari seorang pemimpin besar dan suku yang terhormat, yaitu suku Rawadiyyah dari kawasan Hadzyaniyyah. Ayah Shalahuddin -Najmuddin Ayyub- memiliki adik laki-laki yang bernama Asaduddin Syirkuh. Keduanya merupakan petinggi Tikrit dan selanjutnya mereka berdua mengabdi kepada Sultan Saljuk Muhammad Malik Shah.

Salahuddin Ayyubi juga menjadi orang yang selama dua puluh tahun menantang Tentara Salib, dan akhirnya memukul mundur pasukan gabungan Eropa yang datang menyerbu Tanah Suci.

Dalam pertempuran ini saja pasukan Tentara Salib sebagian besar dihancurkan oleh tentara Salahuddin. Kekalahan itu adalah bencana besar bagi Tentara Salib dan titik balik dalam sejarah Perang Salib. Salahuddin menangkap Raynald de Chatillon dan secara pribadi bertanggung jawab atas eksekusinya sebagai pembalasan atas penyerangan karavan Muslim.

Beberapa tahun setelah serangan tentara Salib di bawah pimpinan Raja Richard dari Inggris, Salahuddin Al Ayyubi meninggal dunia. Kematian Salahuddin Al Ayyubi terjadi pada 1192, setelah melakukan Perjanjian Ramla dengan Raja Richard. Dalam perjanjian itu, Yerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka bagi peziarah Kristen.

Salahuddin meninggal pada usia 57 tahun. Harta miliknya hanya 47 dirham dan satu dinar. Dia tidak meninggalkan harta tetap atau warisan lainnya. 

Wallahu A’lam Bishawb

Related Posts

Leave a Comment