Categories: Seputar Islam

Berikut Perbedaan Mukjizat, Karomah, dan sihir

Mukjizat, karomah, dan sihir, secara sepintas tampak sama dari aspek efek yang tidak masuk akal. Pemahaman yang kurang baik atas tiga hal yang tidak logis tersebut, yakni mukjizat, karomah dan sihir, seringkali menjadikan manusia terjebak dan terjatuh ke dalam perdaya setan karena tertipu pada perdaya sihir.

Betapa banyak orang yang mendatangi dan menganggap orang pintar atau dukun yang sakti sebagai orang suci atau kekasih Allah. Dengan berbagai penampilannya serta mantra-mantra yang seolah Islami mereka membujuk orang awam untuk menjadi pengikut setianya. Naudzubillah.

Adapun perbedaan antara mukjizat, karamah dan sihir seperti dikutip Bondowoso Network dari tulisan Dr. A. Yusuf Nishf dan Dr. Abdur Rasyid Ayyub dalam jurnal Dirasat al-Islamiyah Kuwait, vol. 035 dengan judul al-Qadhaya al-‘Aqdiyah al-Muta’alliqah bi al-Sihr.

Pertama, Mukjizat adalah kejadian yang luar biasa tidak bisa diterima akal sehat manusia, serta tidak dimiliki oleh siapa pun. Allah Subhanahu wa ta’ala hanya memberikan mukjizat sebagai kelebihan kepada para utusan-Nya sebagai pembuktian kebenaran atas kenabian dan kerasulannya.

Contohnya, mukjizat Nabi Isa Alaihissallam yang tongkatnya bisa berubah menjadi ular. Kemudian dipukulkan ke batu memancarkan 12 mata air. Lalu tongkatnya dipukulkan ke lautan maka terbelah dua dan menjadi jalan.

Habib Luthfi bin Hasyim bin Yahya Pekalongan, membedakan keduanya dari dasar genetik dan sejarah masa lampau. Beliau mengatakan, perlu diingat bahwa banyak yang menafsirkan sesungguhnya karomah itu bagian dari mukjizat.

Padahal, mukjizat tidak bisa disamakan dengan karomah. Al Mukjizah thahara min rijalin man lahul ismah min shahiri, yang namanya mukjizat keluar dari seseorang yang telah mendapatkan maksum sejak di dalam perut ibunya. Sedangkan karomah tidak.

Kedua, Karomah secara bahasa berarti kemuliaan, kehormatan, dan anugerah. Sementara menurut istilah adalah kejadian luar biasa yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada Waliyullah yakni hamba Allah Ta’ala yang salih dan taat kepada-Nya.

Karomah juga merupakan hal yang khariqul adah namun masih ada hingga kini selama masih ada para wali dan orang shaleh yang istiqomah dan bertaqwa.

Ada beberapa wali yang memiliki karamoh, namun awalnya mempunyai latar belakang yang kurang baik, seperti Sunan Kalijaga alias Raden Syahid, yang semasa mudanya sering merampok harta orang kaya untuk dibagikan kepada warga yang miskin, yang menurutnya perilaku tersebut merupakan baik kala itu.

Ketiga, Sihir adalah kesaktian yang luar biasa atau kejadian yang dibantu oleh makhluk halus seperti jin, setan, tuyul, dan makhluk astral lainnya.

Sihir tidak lain juga bentuk tahayul (halusinasi) karena diperdaya oleh nafsu dan perbuatan jin. Ia bersifat gaib karena berhubungan dengan jisim yang gaib. Iya seakan luar biasa karena perbuatan makhluk immaterial yang tak terjangkau akal manusia.

 Misalnya sihir yang umum terjadi adalah pesugihan, menahan pernikahan, sihir cinta (pelet), memisahkan seseorang dari pasangannya, dan lainnya.

Nah dari ketiga tadi, sudah tahu kan Perbedaannya. Semoga kita semua mendapatkan ilmu dari yang kita pelajari tadi.

Amiin Ya rabbal Alamin.

Farrel Dimas Saputra

Share
Published by
Farrel Dimas Saputra

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago