Hukum Chattingan/Freepik
PROGRESIF EDITORIAL – Di era digital seperti sekarang, komunikasi semakin mudah dilakukan, salah satunya melalui fitur chatting. Namun, sebagai seorang Muslim, kita perlu memahami batasan syariat dalam berinteraksi dengan lawan jenis, termasuk dalam percakapan melalui teks. Lalu, bagaimana pandangan Islam tentang chatting dengan lawan jenis tanpa keperluan? Apakah diperbolehkan, atau justru dilarang? Artikel ini akan mengulasnya secara rinci dengan dalil dari Al-Qur’an dan hadis sahih.
Islam menetapkan aturan dalam interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram untuk menjaga kesucian dan menghindari fitnah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’ [17]: 32)
Ayat ini menjadi pedoman utama dalam menjaga batasan pergaulan. Larangan “jangan mendekati zina” mencakup segala bentuk interaksi yang bisa mengarah pada perbuatan tersebut, termasuk chatting yang bisa menimbulkan perasaan yang tidak semestinya.
Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, zina hati adalah menginginkan dan berharap, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakannya.”
(HR. Muslim No. 2657)
Hadis ini menunjukkan bahwa interaksi yang berlebihan dan tidak perlu antara lawan jenis, termasuk dalam chatting, bisa menjadi awal dari zina hati atau zina lisan.
Dalam Islam, komunikasi antara pria dan wanita yang bukan mahram diperbolehkan jika ada keperluan yang jelas, seperti urusan pekerjaan, bisnis, studi, atau kepentingan mendesak lainnya. Namun, tetap harus menjaga adab dan batasan syar’i.
Allah berfirman:
“Dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (para istri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 53)
Ayat ini menegaskan bahwa meskipun ada keperluan, interaksi antara pria dan wanita tetap harus dilakukan dengan adab dan jarak yang aman untuk menjaga kesucian hati.
Jika chatting hanya sekadar basa-basi, bercanda, atau membangun kedekatan yang tidak penting, maka ini masuk dalam kategori hal yang sia-sia dan berpotensi membuka pintu maksiat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi No. 2317, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Chatting tanpa keperluan sering kali membawa pada ghibah (menggunjing), bercanda berlebihan, atau bahkan timbulnya perasaan cinta yang tidak halal. Ini bisa menjadi awal dari fitnah dan menjerumuskan dalam perbuatan dosa.
Jika tidak dilakukan dengan adab dan batasan, chatting dengan lawan jenis dapat membawa dampak negatif, seperti:
Banyak kasus di mana komunikasi yang awalnya biasa saja berubah menjadi ketertarikan emosional yang berlebihan. Ini bisa menimbulkan perasaan yang tidak halal dan akhirnya membawa pada hubungan yang tidak diridhoi Allah.
Chatting yang terlalu sering dengan lawan jenis bisa membuat seseorang terlena, lalai dari ibadah, dan menghabiskan waktu tanpa manfaat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari No. 6412)
Awalnya hanya sekadar chatting, lalu mulai bertukar cerita pribadi, berujung pada perasaan yang semakin dalam, dan akhirnya bisa berlanjut ke hubungan yang tidak dihalalkan.
Jika harus berkomunikasi dengan lawan jenis, ada beberapa adab yang harus diperhatikan agar tetap dalam batasan syariat:
Pastikan niat dalam chatting bukan untuk iseng atau mencari perhatian, tetapi benar-benar untuk keperluan yang penting.
Jangan menggunakan kata-kata yang bisa menimbulkan ketertarikan, seperti rayuan atau candaan yang berlebihan. Allah berfirman:
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 32)
Meskipun tidak bertemu langsung, chatting juga bisa diibaratkan seperti berduaan secara virtual. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.”
(HR. Tirmidzi No. 2165, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Misalnya, chatting larut malam yang bisa membuat suasana semakin intim dan sulit dikontrol.
Hukum chatting dengan lawan jenis bergantung pada niat dan isi pembicaraan. Jika ada keperluan mendesak seperti urusan pekerjaan, studi, atau hal yang bermanfaat, maka diperbolehkan dengan tetap menjaga adab syariat. Namun, jika tanpa keperluan dan hanya untuk bersenang-senang, bercanda, atau membangun kedekatan yang tidak halal, maka hal ini tidak diperbolehkan karena bisa menjadi pintu menuju fitnah dan dosa.
Sebagai Muslim, kita harus selalu menjaga hati dan pergaulan agar tetap dalam koridor yang diridhai Allah. Jika tidak ada manfaat dalam chatting dengan lawan jenis, lebih baik ditinggalkan agar tidak terjerumus dalam hal yang dilarang.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua. Wallahu a’lam bishawab.
[1] https://khazanah.republika.co.id/berita/n26ruk/hukum-chatting-dengan-bukan-mahram-2habis
[2] https://www.suarainqilabi.com/muslimah/hukum-chattingan-dengan-lawan-jenis-non-mahram/
[3] https://sabili.id/hukum-chatting-dengan-lawan-jenis/
[4] https://www.islampos.com/chatting-dengan-lawan-jenis-bukan-muhrim-bolehkah-24619/
[5] https://konsultasisyariah.com/1096-bolehkah-komunikasi-lawan-jenis-via-hp-atau-chatting.html
[6] https://kalam.sindonews.com/read/160956/72/inilah-batasan-dan-adab-komunikasi-dengan-lawan-jenis-1599782941
[7] https://www.youtube.com/watch?v=_iKGLpdE744
[8] https://islamqa.info/id/answers/78375/chatting-antara-lawan-jenis-dan-dampaknya-terhadap-puasa
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…