Diawali dengan Tabungan Sang Guru, Bumi Shalawat dibangun atas Harapan terbentuknya Pesantren yang Berkemajuan

PROGRESIF EDITORIAL – Haul dan Harlah 2024 Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Senin malam lalu (4/3), menjadi momentum mengenangnya para kyai, alim ulama dan keluarga sebagai landasan spirit terbentuknya lembaga ini. Menjadi salah satu Pesantren Modern yang masyhur di Jawa Timur hingga Indonesia. Pesantren Progresif Bumi Shalawat menyelenggarakan pendidikan formal dari tingkat sekolah menengah pertama dan atas dengan boarding system, yang mengintegrasikan kurikukum nasional, internasional dengan tetap mempertahankan kurikulum pesantren salaf. Selaras dengan teguh untuk mencetak insan yang mapan intelektual dan mapan spiritual.

Tahun 2010 merupakan awal berdirinya Pesantren Progresif Bumi Shalawat yang terletak di Lebo, Kabupaten Sidoarjo. K.H Agoes Ali Masyhuri mengaku modal yang digunakan dalam mengawali pembangunan berasal dari Gurunya yaitu Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki.

“Jujur saja itu uang yang saya gunakan adalah uang guru saya, jadi tanah dan bangunan pertama itu saya kumpulkan dari sangu yang diberikan oleh guru saya”

Dibangunnya Pesantren Progresif Bumi Shalawat yang kini bertumbuh besar tak lepas dari barakah dan dukungan para Guru yang turut serta mengiringi perjalanannya. Dari cerita sederhana ini dapat kita ambil bahwa keberkahan dan doa dari guru serta orang tua merupakan landasan spiritual yang dapat mengiringi kesuksesan dalam perjalanan hidup kita. Doa dan keberkahan mereka tidak hanya menjadi sumber kekuatan dan hikmah, tetapi juga merupakan pendorong yang membawa energi positif dalam setiap langkah yang kita ambil.

Dengan doa dan petunjuk mereka, kita diarahkan menuju jalan yang benar dan diberkahi dengan perlindungan serta rahmat dari Alaah SWT Yang Maha Kuasa. Sehingga, kesuksesan yang kita raih tidak hanya sekadar hasil usaha dan keberuntungan semata, tetapi juga merupakan anugerah dari doa dan kasih sayang yang tulus dari guru serta orang tua.

Aqila Nur Rahmalia

Write in to the beyond

Share
Published by
Aqila Nur Rahmalia

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

3 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago