Categories: EsaiSeputar Islam

Etika dan Hukum Mengambil Sandal di Masjid: Pandangan Islam Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Shahih

PROGRESIF EDITORIAL  – Artikel ini akan membahas tentang adab dalam menyikapi kehilangan barang di masjid, khususnya ketika sandal kita hilang. Dalam pembahasan ini, kita akan melihatnya dari sudut pandang syariah, mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis shahih yang relevan. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kita diperbolehkan mengambil sandal lain dengan asumsi bahwa sandal tersebut tertukar atau milik kita.

Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam, tempat di mana kita beribadah kepada Allah SWT dan menjaga kehormatan tempat tersebut adalah bagian dari iman. Ketika berada di masjid, kita dituntut untuk menjaga adab dan etika, baik terhadap sesama jamaah maupun terhadap barang-barang yang ada di dalamnya. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah kehilangan sandal saat kita berada di masjid. Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana kita harus bersikap jika sandal kita hilang dan apakah kita boleh mengambil sandal orang lain dengan anggapan bahwa sandal tersebut adalah milik kita yang tertukar.

Dalam Islam, segala tindakan dan perilaku harus berlandaskan pada aturan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan diperjelas oleh Nabi Muhammad SAW melalui sunnahnya. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kalian menetapkannya dengan adil.”  

(QS. An-Nisa: 58)

Ayat ini menegaskan pentingnya menunaikan amanat dan bertindak adil dalam segala urusan, termasuk ketika kita menemukan barang yang bukan milik kita. Mengambil barang yang bukan milik kita tanpa izin adalah sebuah ketidakadilan dan melanggar amanat, yang dalam konteks ini bisa termasuk mengambil sandal yang bukan milik kita di masjid.

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago