Categories: BeritaSeputar Islam

Isu Gempa Megathurst di Indonesia: Kaitannya dengan Fenomena Gempa dalam Konteks Islam

PROGRESIF EDITORIAL – Indonesia adalah salah satu negara dengan potensi gempa tertinggi di dunia. Hal ini karena letak Indonesia berada tepat pada patahan – patahan bumi dan dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Baru – baru ini BMKG memberikan peringatan bahwa Gempa Megathrust yang terjadi di Jepang juga di prediksi dapat menimpa negara kita Indonesia.

Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik dan dikelilingi oleh beberapa zona megathrust, termasuk Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut. Kedua zona ini diprediksi dapat memicu gempa megathrust dengan magnitudo di atas 8,0, dan para peneliti dan BMKG juga menyatakan bahwa bencana ini “tinggal menunggu waktu” karena sudah ratusan tahun tidak terjadi gempa besar di Indonesia.

Lalu bagaimana Islam memperkenalkan fenomena gempa ini? Bumi yang telah berumur milyaran tahun mengalami berbagai macam proses penuaan. Selama proses tersebut gempa bumi merupakan salah satu fenomena yang diyakini akan terus terjadi sepanjang peradaban. Dalam Islam, gempa bumi sering dianggap sebagai peringatan atau hukuman dari Allah kepada umat manusia. Keyakinan ini didasarkan pada pandangan bahwa bencana seperti gempa bumi dapat terjadi salah satunya merupakan akibat dari maksiat dan dosa yang dilakukan oleh manusia. Dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahwa kerusakan di bumi disebabkan oleh perbuatan manusia, dan gempa bumi bisa menjadi salah satu cara untuk mengingatkan mereka agar kembali kepada-Nya. Misalnya, dalam Surat Al-Ankabut (37) yang berbunyi :

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ ۝٣٧

Artinya : Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya.

Sementara Surah Ar-Rum (30:41) menekankan bahwa kerusakan di darat dan laut tidak lain tidak bukan juga akibat dari perbuatan manusia, yang berisi:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sejak zaman dahulu, ilmuwan Muslim telah menunjukkan minat yang mendalam dalam mengkaji fenomena gempa bumi. Misalnya, Al-Kindi dan Ibnu Sina yang memberikan penjelasan ilmiah tentang penyebab gempa. Al-Kindi berpendapat bahwa tekanan udara dalam bumi bisa menyebabkan gempa, sedangkan Ibnu Sina mengembangkan teori bahwa gempa disebabkan oleh tekanan gas yang terperangkap di dalam bumi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun ada aspek religius, ilmuwan Muslim juga berusaha memahami gempa dari sudut pandang ilmiah, menggabungkan logika dan kepercayaan.

Bencana gempa bumi dalam Islam juga dipandang sebagai ujian dari Allah, di mana terdapat beberapa hikmah yang bisa diambil. Pertama, gempa bumi dapat dilihat sebagai panggilan untuk bertobat dan kembali kepada Allah, memperbaiki diri, serta meningkatkan keimanan. Kedua, bencana ini dianggap sebagai cara Allah untuk memurnikan jiwa hamba-Nya dari dosa dan kesalahan. Ketiga, gempa bumi mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran sosial, di mana mereka diharapkan bersatu dan saling membantu, terutama kepada mereka yang terkena dampak bencana.

Referensi :

  1. https://quran.nu.or.id/al-ankabut/37
  2. https://quran.nu.or.id/ar-rum/41
  3. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7487016/bmkg-ingatkan-dampak-gempa-megathrust-nankai-jepang-di-indonesia
  4. https://nu.or.id/hikmah/gempa-tsunami-dan-likuifaksi-dalam-catatan-sejarah-ulama-terdahulu-Ef4oY
Aqila Nur Rahmalia

Write in to the beyond

Share
Published by
Aqila Nur Rahmalia

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

3 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

3 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago