Jangan Biarkan Dunia Mencuri Kelezatan Ibadahmu!

PROGRESIF EDITORIAL – Di zaman yang serba digital ini, kita sebagai umat islam harus cerdas menghadapi segala problema dan tantangan baru terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Kita sering terlena akan kemaksiatan-kemaksiatan yang ditanam oleh oknum-oknum yang dengan sengaja ingin menghancurkan agama Islam.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Ning Robiatul Adawiyah, yang merupakan putri dari Abuya Agoes Ali Masyhuri, beliau menjelaskan dalam salah satu pengajian bahwa orang-orang kafir di zaman sekarang bukan lagi masuk kedalam masjid lalu membunuh orang-orang di dalamnya, akan tetapi mereka dengan sengaja membuat hari valentine yang mana sepasang kekasih yang bukan muhrim memberikan coklat dan bermesraan dan banyak semacamnya.

Kemudian, hal-hal tersebut menjadi tren yang diikuti banyak orang. Secara otomatis, seperti yang dapat kita perhatikan pemuda-pemudi muslim sudah mulai menirunya tanpa memperhatikan larangan-larangan agama islam, tentunya hal ini menjadi sesuatu hal yang miris! Sedangkan kita malah sibuk mengikuti hal-hal negatif tersebut untuk hiburan semata.

Contoh yang setiap hari dapat kita temukan adalah scrolling. Ini juga ibarat pisau bermata dua, jika kita dapat menggunakannya dengan bijak kita dapat memperoleh berbagai informasi yang bermanfaat, entah itu ilmu agama ataupun hal-hal positif lainnya.

Sedangkan jika kita dengan sengaja menyalahgunakannya maka scrolling ini dapat membunuh diri kita sendiri. Biasanya diberi julukan ‘setan gepeng’ yang mana lebih merujuk kepada smartphone. Karena bentuknya yang tipis dan dapat memasukkan kejelekan yang dapat merusak iman kita, seperti melihat konten dewasa dan semacamnya.

Lalu apa yang dapat kita lakukan agar dapat menjadi muslim yang bijak dalam memanfaatkan teknologi di zaman yang telah berkembang pesat ini? Dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT telah berfirman:

Al-Kahf (18): 46:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Menekankan bahwa amalan saleh lebih utama dari perhiasan dunia.)   

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

9 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

9 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

9 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

9 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

9 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

9 months ago