Ilustrasi sahabat Rasul/Freepik
PROGRESIF EDITORIAL – Abdurahman bin Auf adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang termasuk dalam sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga oleh Nabi Muhammad SAW. Ia lahir di Makkah sekitar tahun 583 M, dan ketika Islam masih dalam tahap awal, Abdurahman bin Auf awalnya adalah seorang pedagang kaya yang terkenal di Makkah.
Berikut adalah kisah singkat Abdurahman bin Auf:
Sebelum masuk Islam, Abdurahman bin Auf sudah dikenal sebagai pedagang yang sukses dan kaya raya. Ia memiliki bisnis perdagangan yang melibatkan perjalanan jauh ke berbagai tempat, termasuk ke Syam dan Yaman. Meskipun hidup dalam kemewahan, Abdurahman bin Auf merasa ada yang kurang dalam hidupnya.
Abdurahman bin Auf termasuk di antara orang-orang pertama yang menerima dakwah Nabi Muhammad SAW. Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq membawa kabar gembira tentang Islam kepada Abdurahman bin Auf, ia langsung mengikuti ajaran Islam tanpa ragu. Keberanian dan kejujurannya menjadi ciri khas yang membuatnya istimewa.
Setelah menerima ancaman dan penyiksaan di Makkah, Abdurahman bin Auf termasuk dalam kelompok sahabat yang melakukan hijrah (migrasi) ke Madinah. Di sana, ia menjalin persahabatan yang erat dengan sahabat lainnya, terutama dengan sahabat lain yang juga berasal dari suku Quraisy.
Abdurahman bin Auf ikut serta dalam berbagai pertempuran penting, termasuk Pertempuran Badar dan Uhud. Ia dikenal dengan kesetiaannya kepada Nabi Muhammad SAW dan keberanian dalam medan perang.
Abdurahman bin Auf tidak hanya mempertahankan kemewahannya setelah menjadi Muslim, tetapi juga menggunakan kekayaannya untuk mendukung umat Islam. Salah satu kisah terkenal adalah ketika ia membagi harta kekayaannya menjadi dua bagian pada saat hijrah, separuhnya untuk membantu kaum muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Makkah) dan separuhnya untuk kelangsungan hidup keluarganya.
Abdurahman bin Auf juga memainkan peran penting dalam pemilihan khalifah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq wafat, ia menjadi salah satu anggota Syura (majelis konsultasi) yang ikut menentukan pemilihan Khalifah Umar bin Khattab.
Abdurahman bin Auf hidup sederhana di Madinah meskipun kekayaannya. Ia terus aktif dalam mendukung umat Islam, terutama dalam membangun ekonomi dan sosial masyarakat Muslim di Madinah.
Abdurahman bin Auf wafat pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, sekitar tahun 32 H. Kehidupannya yang penuh keberanian, kesetiaan, dan kemurahan hati tetap menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga saat ini. Ia meninggalkan warisan besar dalam bentuk ajaran Islam dan teladan kepemimpinan yang adil.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…