Categories: Seputar Islam

Konten YouTube yang Di-monetisasi, Halalkah Pendapatan dari Reels Islami?

PROGRESIF EDITORIAL – Dewasa ini, sudah tidak asing lagi yang namanya mencari uang melalui bisnis digital, seperti menjadi seorang Youtuber. Jika kita berhasil mengupload video-video yang menarik, kemudian banyak orang yang menontonnya maka kita akan diberikan gaji dari YouTube, terlebih jika konten islami. Apakah uang dari gaji tersebut dihukumi halal?

Di era digital yang semakin berkembang, banyak kreator konten Islami memanfaatkan platform seperti YouTube untuk menyebarkan dakwah melalui bentuk reels atau video pendek.

Seperti pada kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 168:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Ayat diatas menjadi landasan penting dalam menilai kehalalan suatu sumber penghasilan, termasuk pendapatan dari konten digital.

Dilansir dari NU Online, dijelaskan bahwa pada prinsipnya mencari nafkah melalui media digital diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi beberapa syarat. Konten yang dibuat tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Tidak mengandung unsur penipuan atau kebohongan. Tidak mempromosikan hal-hal yang diharamkan syariat. Dilakukan dengan niat yang baik dan ikhlas.

Mengenai konten Islami yang dimonetisasi, dinyatakan bahwa monetisasi konten dakwah diperbolehkan dengan beberapa ketentuan. Niat utama pembuatan konten harus untuk berdakwah, bukan semata-mata mencari keuntungan materi. Tidak boleh mengubah atau memotong dalil-dalil agama yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Share
Published by
Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

5 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

5 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

5 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

5 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

5 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

5 months ago