Home Seputar Islam Mengajarkan Amalan bagi Buah Hati

Mengajarkan Amalan bagi Buah Hati

by Admin Progresif Media

Keutamaan puasa dan keberkahan bulan Ramadhan dapat kita maksimalkan sebagai kesempatan emas untuk mendidik anak-anak kita? Anak adalah titipan Amanah allah kalau kita jaga Amanah dari orang saja begitu erat, apalagi Amanah langsung dari allah. Ada dua poin perihal mendidik anak-anak kita, yang merupakan generasi penerus sujud dan syariat kita. Yakni mahabbah, ta’dib dan ta’lim

Hubungan harmonis dengan allah (hablum minallah)

Seperti saat anak kita saat lahir maka adzan dan iqomah yang dibisikkan,  selain mengusir setan itu adalah gambaran bahwa Allah dan rasulnya lah yang dikenalkan terlebih dahulu. Mengenalkan dengan cinta mboten meden2ni. pengenalan dengan didasari rasa cinta sehingga apa2 yang didasari cinta itu mudah masuk dan nyantolnya. Puasa yang dhohirnya merupakan ibadah yang berat bis akita edukasikan kepada anak2 kita sebagai bentuk Latihan menahan hawa nafsu, merasakan apa yang dialami orang fakir biar banyak bersyukur biar tidak terbiasa berlebihan.

    Suasana ramadhan yang khas terutama di Indonesia bias akita manfaatkan untuk menanamkan rasa suka anak2, nisalnya bagi takjil di masjid, petasan, hiruk pikuknya tarawih dan darus dan lain sebagainya. Tidak langsung menyuruh puasa dengan dikruskan dosa dan pahala, niku anak2 mboten ngerti. Ngertinya uang 2000 apa 10000 nopo baju baru dan lain sebagaimya.

    Ta’dib dan ta’lim

    Yakni memebesarkan anak-anak kita dengan ilmu sesuai syariat dan diasuh dengan adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ta’dib atau mengajarkan adab kepada anak-anak kita tidak akan lebih manjur daripada memberikan contoh dan tauladan itu sendiri. Kita ciptakan lingkungan dan pembiasaan yang muhammadi. Anak yang dibesarkan oleh lingkungan yang berpuasa maka ia pun akan puasa. Anak yang dibesarkan dilingkungan orang-orang yang tidak berpuasa maka jangan harap. Begitu pula dengan tarawih, tadarus sedekah dan lain sebagainya. Ta’dib yang paling efektif bagi anak-anak kita adalah melihat dan meniru. Jangan berharap anak kita ngaji kalau kita ibunya main hp dan sebagainya.

    Kemudian ta’lim, ta’lim lebih mengarah pada bagaimana anak-anak kita diajarkan pelan-pelan pengetahuan bagaimana puasa bisa sah dengan niat, missal bisa sah kalau puasa sebelum fajar berbuka magrib, bagaimana Rasulullah berpuasa, bagaimana puasa bisa berkualitas misalnya dengan memperbanyak ibadah, jadi lebih pada pengetahuan-pengetahuan syariah yang membawa ibadah anak-anak kita menjadi ibadah yang sah secara fiqh.

    Baca Juga:  Hukum Beribacara saat Khutbah Jumat

    Ilmu yang nanti akan mengantar anak-anak kita untuk mampu bertahan serta senantiasa memiliki jalan ikhtiyar dari masalah yang mereka hadapi.

    Related Posts

    Leave a Comment