Categories: Berita

Perayaan Haul Harlah Pesantren Progresif Bumi Shalawat 2023

Lalu Lalang jemaat-jemaat terlihat memenuhi di Kawasan Pondok pesantren Progresif Bumi Shalawat Pada hari ini (13/03/23). Sejumlah Mobil juga terlihat berjejer penuh dalam parkiran, stan-stan makanan dan minuman berjajar rapi, dan tak lupa juga para Syekermania yang tampak melengkapi kerumunan pengunjung para jemaat.

Acara ini juga mendatangkan ulama dan habib yang sangat terkenal khususnya dalam kalangan generasi muda dan jemaat-jemaat. Antara lain Al ulama Syekh Yusri Rusydi Al-Hasani, Buya Arrazy Hasyim, Habib Anis Syahab, Dan Gus Miftah Maulana.

Acara tersebut berlangsung dibuka dengan pembacaan Ayat suci al-qur’an, lalu dilanjutkan dengan Pemberian amanat oleh Syech Yusri Rusydi Al-Hasani. Dalam Perayaan Haul Harlah Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Syech Yusri juga memberikan Amanat tentang Keikhlasan, dan Orang saleh

Syekh Yusri menjelaskan bahwa diluar sana banyak sekali yang menyiarkan tentang Agama. Akan tetapi tidak didasari dengan keikhlasan kepada Allah SWT.

“Biasanya Segala sesuatu yang tidak dilakukan dengan keikhlasan itu tidak ada awetnya. Sebagaimana yang kita saksikan hari ini, banyak lembaga-lembaga yang baru bermunculan, tidak awet lama berdirinya.” Ucap Syekh Yusri.

Lebih lanjut, Syekh Yusri juga berpesan agar kita mengambil Hikmah dari Cerita orang-orang yang saleh.

“Hidup Ideal adalah hidup yang sesuai dengan Orang Shaleh. Dan Hikmah dari diceritakannya Orang-orang Shaleh adanya sebab-sebab yang akan turun pada kita.” Tutup Syekh Yusri.

Dilanjutkan dengan shalawat Bersama, yang di pimpin Habib Anis Syahab. Lalu ditutup dengan ceramah dagelan Gus Miftah yang khas dan menjadi bintang utama dalam perayaan Haul harlah Pondok Pesantren Bumi shalawat kali ini.

Saat Ceramah, Gus Miftah bercerita tentang Barokah Para kyai. Mulai dari membahas orang-orang saat ini banyak yang tidak percaya Air doa hingga Orang yang alim

“Orang-orang sekarang air putih didoakan, kok dikatakan tidak ada dasarnya. Heran aku, padahal Profesor dari jepang saja percaya kalau air doa itu Berkhasiat.” Ucap Gus Miftah.

“Makanya Ibu-ibu kalau Sowan itu bawa air buat barokah Doa, bukannya minta Barokah selfie.” Lanjutnya

“Kalau Minta Barokah Air kan ada sanadnya, Lah kalau minta Barokah selfie iu enggak ada sanadnya. Saya kan jadi repot.” Tutup Gus Miftah.

Lebih lanjut, Gus Miftah juga bercerita bahwa dirinya Ketika di hujat habis-habisan karena tidak memiliki ke-aliman pada saat itu, Kh. Agus Ali Masyhuri memberikan semangat pada dirinya.

“Saya itu Seneng kalau dianggap gak alim, itu karena saya memang tidak alim. Tapi kata, Abah Ali dulu bilang “Wes rapopo le ra alim, kowe ra ngalim cangkemmu payu”, ” Ujarnya Gus Miftah.

Gus Miftah Berpesan pada santri bumi shalawat untuk jangan merasa minder karena tidak alim dan selalu percaya diri menghadapi apapun.

“Ini pesan saya untuk santri-santriwati, untuk kamu yang merasa tidak alim. Maka jadilah santri yang mugrob, yang dinamis bukan statis. Jadilah Trendsetter bukan hanya Follower, dan Jadilah Imam bukan hanya Makmum dengan segala keterbatasan kita.” tutup Gus Miftah.

Farrel Dimas Saputra

Share
Published by
Farrel Dimas Saputra

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago