Kisah Pilu Rabiah Al-Adawiyah yang Jarang diketahui

by Farrel Dimas Saputra
1 minutes read

Riwayat lain juga menyebutkan bahwa Hasan al-Bashri, seorang sufi besar dan sahabat Rabi’ah, juga meminangnya, namun hal itu masih diragukan kebenarannya mengingat Hasan al-Bashri meninggal 70 tahun sebelum kematian Rabi’ah.

 Rabi’ah menolak seluruh lamaran itu dan memilih untuk tidak menikah. Meskipun tidak menikah, Rabi’ah sadar bahwa pernikahan termasuk sunah agama, sebab, tidak ada dalam syariat islam. 

Rabi’ah memilih untuk tidak menikah karena ia takut tidak bisa bertindak adil terhadap suami dan anak-anaknya kelak karena hati dan perhatiannya sudah tercurahkan kepada Allah. Tidak ada satupun di dunia ini yang dicintai Rabi’ah kecuali Allah. Sehingga atas dasar itulah, Rabi’ah memuntuskan untuk tidak menikah hingga akhir hidupnya.

Sekembalinya Rabi’ah dari Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, kesehatan Rabi’ah mulai menurun. Ia tinggal bersama sahabatnya, Abdah binti Abi Shawwal, yang telah menemaninya dengan baik hingga akhir hidupnya.

Rabi’ah tak pernah mau menyusahkan orang lain, sehingga ia meminta kepada Abdah untuk membungkus jenazahnya nanti dengan kain kafan yang telah ia sediakan sejak lama. Menjelang kematiannya, banyak orang-orang saleh ingin mendampinginya, namun Rabi’ah menolak. Rabiah diperkirakan meninggal dalam usia 83 tahun pada tahun 801 Masehi / 185 Hijriah dan dimakamkan di BashrahIrak.

Wallahu A’lam Bishawb

Related Posts

Secret Link