Di masa perkembangan Islam, banyak kesultanan yang telah berdiri di berbagai penjuru dunia. Sebutan penguasanya beragam, mulai dari sultan, raja, kaisar, adipati, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, para bangsawan di dalam kesultanan tersebut juga memiliki gelar yang beragam, mulai dari Khan, Pasha, Raden, dan masih banyak lagi. Bagaimana makna dan penggunaannya?.
Khan adalah gelar yang digunakan untuk sultan serta zuriatnya yang terletak di Asia Utara dan Barat seperti Ottoman dan Timurid. Untuk perempuan, maka bergelar Khatun. Berasal dari kata Khagan (dalam bahasa Türk artinya raja), gelar tersebut berasal dari kebudayaan Ural-Altaic (keturunan Yafits bin Nuh) yang menurunkan orang Türk, Mongol, dan Tatar.
Paşa adalah gelar yang digunakan untuk gubernur atau walikota di Ottoman dan Mesir. Ada 2 sumber yang diduga menjadi asal gelar ini. Versi pertama berasal dari kata Padishah (dalam bahasa Persia artinya tuan raja), versi kedua berasal dari kata Başağa (dalam bahasa Türk artinya putra pambayu).
Mirza adalah gelar yang digunakan untuk zuriat sultan di Asia Tengah dan Selatan seperti Safawi dan Mughal. Untuk perempuan, maka bergelar Begum. Gelar tersebut berasal dari kata Amirzada/Amirzadeh (dalam bahasa Persia berarti putra raja).
Şehzade adalah gelar yang digunakan untuk putra Sultan Ottoman. Untuk perempuan, maka nama belakang mereka bergelar Sultan. Berasal dari kata Shahzadeh (dalam bahasa Persia artinya putra raja), gelar tersebut dipengaruhi kebudayaan Persia.
Raden adalah gelar yang digunakan untuk zuriat raja dan sultan di Indonesia, khususnya di Jawa dan Madura. Ada 2 sumber yang diduga menjadi asal gelar ini. Versi pertama berasal dari kata Rahadian (dalam bahasa Sanskerta artinya jiwa mulia), versi kedua berasal dari kata Ro’a ad-Din (dalam bahasa Arab berarti berpandangan agamis).
Demikian sedikit penjelasan mengenai ragam gelar kebangsawanan dalam kesultanan di dunia. Semoga menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat.
PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…
PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…
ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…
PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…
PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…
PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…