Categories: Berita

Ribuan Santri dan Warga Laksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Birrul Walidain

PROGRESIF EDITORIAL – Ribuan santriwan dan santriwati Pesantren Progresif Bumi Shalawat bersama warga sekitar dengan penuh khusyuk melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Birrul Walidain. Masjid ini, yang didirikan oleh KH. Agoes Ali Masyhuri, menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren. Sejak dini hari, suasana di sekitar masjid sudah dipadati oleh jamaah yang ingin mengikuti ibadah sholat Idul Adha, menandakan antusiasme yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Ibadah sholat Idul Adha yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2024, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1445 H, merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam. Perayaan ini memperingati ketaatan Nabi Ibrahim yang rela menyembelih putranya, Nabi Ismail, sebagai bentuk kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Peristiwa ini menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan yang mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.

Para ustadz dan ustadzah Pesantren Progresif Bumi Shalawat memimpin jalannya sholat Idul Adha. Dalam khutbahnya, mereka mengajak seluruh jamaah untuk meneladani keteguhan iman dan ketaatan Nabi Ibrahim serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan mengingatkan pentingnya nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan. Khutbah juga diisi dengan pengetahuan keagamaan yang relevan dengan perayaan Idul Adha.

Para santriwan dan santriwati yang menjadi bagian dari jamaah, sejak dini hari sudah mempersiapkan diri untuk sholat Idul Adha. Mereka mengenakan pakaian terbaik dan mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh semangat. Bagi mereka, momen ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari proses pendidikan spiritual yang menjadi salah satu fokus utama di Pesantren Progresif Bumi Shalawat.

Tak hanya dari kalangan santri, warga sekitar pesantren juga turut serta dalam sholat Idul Adha. Kehadiran warga menambah semarak suasana dan menunjukkan adanya keterikatan yang kuat antara pesantren dengan masyarakat sekitar. Para warga, baik tua maupun muda, datang berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah bersama, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kebersamaan.

Page: 1 2

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago