Categories: BeritaRagam

Sejarah Cabang Olahraga Panjat Tebing Indonesia hingga Menarik Perhatian Dunia

PROGRESIF EDITORIAL – Panjat tebing di Indonesia memiliki sejarah panjang dan perkembangan yang menarik hingga akhirnya menjadi cabang olahraga yang mendapat perhatian dunia. Panjat tebing mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960. Pada masa itu, kegiatan ini umumnya dilakukan oleh kelompok-kelompok pecinta alam di universitas, seperti Universitas Indonesia, dan organisasi seperti Wanadri. Awalnya, panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung, namun berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan secara profesional.

Perkembangan Awal

  • 1975: Panjat tebing mulai berkembang sebagai kegiatan tersendiri, terpisah dari pendakian gunung. Beberapa tokoh pelopor seperti Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, dan Deddy Hikmat mulai berlatih di tebing Citatah, Jawa Barat.
  • 1976: Harry Suliztiarto dianggap sebagai pelopor panjat tebing modern di Indonesia dengan memulai latihan di Citatah, Bandung.

Institusionalisasi dan Pengembangan

  • 1988: Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang pemanjat profesional dan instruktur dari Perancis, yang menginspirasi pembentukan federasi panjat tebing nasional.
  • 21 April 1988: Federasi Panjat Tebing Gunung Indonesia (FPTGI) didirikan di Tugu Monas, Jakarta, dengan partisipasi dari berbagai kelompok pecinta alam dari seluruh Indonesia.
  • 1992: FPTGI berganti nama menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Prestasi dan Pengakuan Internasional

  • 2018: Aries Susanti Rahayu memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing, Cina, dan juga meraih emas di Asian Games 2018.
  • 2019: Aries Susanti Rahayu memecahkan rekor dunia kecepatan panjat tebing dengan waktu 6,995 detik.
  • 2023: Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin menduduki dua posisi teratas ranking dunia untuk nomor kecepatan putra.

Panjat Tebing Indonesia di Kancah Internasional

  • Panjat tebing Indonesia mulai mendapat perhatian dunia berkat prestasi-prestasi atlet seperti Aries Susanti Rahayu, Veddriq Leonardo, dan Kiromal Katibin.
  • Indonesia berhasil meloloskan empat atlet panjat tebing ke Olimpiade Paris 2024, yaitu Rahmad Adi Mulyono, Veddriq Leonardo, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Rajiah Sallsabillah.
  • Pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo, memberikan perhatian khusus pada cabang olahraga ini dan menargetkan medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Panjat tebing Indonesia telah berkembang dari kegiatan pecinta alam menjadi cabang olahraga yang diperhitungkan di kancah internasional. Prestasi atlet-atlet Indonesia di kejuaraan dunia dan rekor-rekor yang dipecahkan telah membuat panjat tebing Indonesia menjadi sorotan dunia. Harapannya dukungan pemerintah terus diberikan untuk mendukung potensi atlet yang ada, panjat tebing Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih prestasi lebih tinggi di masa depan, termasuk sedang bertahan satu – satunya perwakilan atlit yang bertahan di Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo di pertandingan Perempat Final yang akan ditayangkan sore ini (8/8) pukul 17.39 WIB. Setelah kemarin (7/8) Cabor Panjat Tebing Putri Indonesia harus menerima kekalahan dalam perebutan medali perunggu.

Referensi:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_tebing
2. https://blog.eigeradventure.com/sejarah-panjat-tebing-indonesia/
3. https://sport.detik.com/sport-lain/d-7473631/jadwal-indonesia-di-olimpiade-2024-hari-ini-panjat-tebing-beraksi
4. https://sport.republika.co.id/berita/risnth438/mengintip-panjat-tebing-indonesia-antara-popularitas-dan-prestasi
5. https://www.antaranews.com/berita/3130733/veddriq-leonardo-apresiasi-perhatian-pemerintah-terhadap-panjat-tebing
6. https://www.bola.net/olahraga_lain_lain/hasil-panjat-tebing-olimpiade-2024-dua-srikandi-indonesia-gagal-persembahkan-medali-d5e6ce.html
7. https://mapala.umaha.ac.id/index.php/divisi-rock-climbing/

Aqila Nur Rahmalia

Write in to the beyond

Share
Published by
Aqila Nur Rahmalia

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

4 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago