Berita

Tarikh dan Waktu: Mengapa Sejarah Selalu Terikat dengan Penanggalan

PROGRESIF EDITORIAL – Bayangkan kamu sedang berdiri di bawah pohon besar. Akar-akarnya menancap kuat di tanah, batangnya menjulang, rantingnya menyebar ke segala arah, dan daun-daunnya rimbun. Pohon itu tidak hanya sekadar pohon, tapi gambaran tentang sejarah manusia. Akar adalah awal mula. Batang adalah perjalanan panjang yang membuat kita kokoh. Ranting adalah cabang peradaban yang berkembang berbeda-beda. Daun adalah hasil dan pencapaian yang lahir dari proses panjang itu. Sejarah hidup seperti pohon, selalu tumbuh dan memayungi kita dari masa ke masa.

Dalam bahasa Arab, sejarah disebut tarikh (تاريخ). Menariknya, tarikh berarti waktu atau penanggalan. Artinya, setiap peristiwa dalam sejarah selalu punya tempat dan masanya. Tidak ada sejarah tanpa waktu yang mencatatnya. Dalam bahasa Indonesia, kata tarikh juga dipakai untuk menyebut penanggalan atau kalender. Jadi, sejak awal, sejarah sudah erat dengan perjalanan waktu yang terus bergerak.

Sejarah bukan cerita lama yang kaku. Ia adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Saat kamu menoleh ke belakang, kamu melihat akar asal-usulmu. Ketika kamu berjalan di hari ini, kamu sedang melangkah di batang yang menyambung masa lalu dengan masa depan. Dan saat kamu melihat berbagai pengalaman dan capaian manusia, itulah ranting dan daun yang terus tumbuh dari pohon besar bernama sejarah.

Dengan mengenal sejarah, kamu bisa lebih memahami siapa dirimu, darimana asalmu, dan ke mana arahmu. Sejarah memberi pelajaran tentang kesalahan yang pernah terjadi, tetapi juga inspirasi dari keberhasilan yang sudah dicapai. Sama seperti pohon yang tak pernah berhenti tumbuh, sejarah selalu hidup bersama kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah merawatnya, agar tetap menjadi sumber pengetahuan dan kekuatan untuk generasi berikutnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

“Wallahu a’lam bishawab” 

 “Dan Allah Maha Mengetahui (kebenaran yang) sesungguhnya”. 

Arventza Martins

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

3 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

4 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

4 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

4 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

4 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

4 months ago