Home Ragam Terimakasih Bu, Aku Sangat Menyayangimu!

Terimakasih Bu, Aku Sangat Menyayangimu!

by Arundaya Maulana

PROGRESIF EDITORIAL – Pesantren adalah tempat untuk menimba ilmu bagi para santri, sedangkan seorang santri harus tinggal jauh dari orang tua. Lantas bagaimana para orang tua dapat merelakan anaknya?

Rasa spiritualitas menjadi alasan utama para orang tua merestui anak-anaknya tinggal jauh di pesantren untuk belajar. Terutama seorang ibu, yang senantiasa menyayangi anaknya dalam keadaan apapun.

Mengenai hal tersebut, tahukah kalian akan Hari Ibu Nasional?

Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember merupakan momen yang sangat istimewa dan penuh makna bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Tanggal ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu, tetapi juga sebagai penghormatan atas peran dan kontribusinya dalam membangun keluarga dan masyarakat.

Sejarah Hari Ibu 22 Desember sendiri bermula dari Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung pada tahun 1938, dan kemudian ditetapkan sebagai hari nasional melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Dalam momentum yang penuh kehangatan ini, mari kita rayakan kehadiran sosok ibu dengan penuh cinta dan apresiasi atas segala baktinya.

Sejarah Singkat Hari Ibu 22 Desember :

Dikutip dari orami.co.id, Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia merujuk pada Kongres Perempuan Indonesia pertama yang dilaksanakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Dari kongres ini, tiga mosi yang berkaitan dengan perempuan dihasilkan:

Munculnya hasrat untuk membentuk organisasi yang solid dengan kehadiran “Perserikatan Perempuan Indonesia”.

Pengembangan kesadaran tentang perempuan dan masyarakat luas.

Mengenang perjuangan dan semangat kaum perempuan.

Pada awalnya, peringatan Hari Ibu hanya untuk mengenang jasa ibu yang begitu istimewa. Namun, seiring waktu, Hari Ibu juga menjadi momen khusus.

Untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan dan mengingat kembali hari kebangkitan dan persatuan perjuangan kaum.

Baca Juga:  Menelusuri Jejak Pendiri Nahdlatul Ulama di Siwalanpanji

Dalam konteks global, Hari Ibu juga diperingati di berbagai negara. Misalnya, di Amerika Serikat, Hari Ibu menjadi hari libur nasional pada 1910-an dan di Grafton, West Virginia, dimana Anna Jarvis mengadakan peringatan atas kematian ibunya.

Pada 1914, Woodrow Wilson menandatangani deklarasi untuk menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional.

Contoh Ucapan Hari Ibu, berikut adalah beberapa contoh ucapan Hari Ibu yang bisa anda gunakan :

“Hari Ibu adalah hari ketika kita merayakan kelembutan hatimu, ketabahanmu, dan kasih sayangmu yang tak terbatas. Selamat Hari Ibu untuk wanita terindah dalam hidupku.”

“Setiap detik bersamamu adalah berkah. Selamat Hari Ibu untuk istriku yang penuh kelembutan dan kehangatan.”

“Ibu, kau adalah sumber inspirasiku. Hari Ibu adalah waktu yang tepat untuk mengatakan betapa aku bersyukur memiliki ibu sepertimu. Selamat Hari Ibu!”

“Terima kasih, Ibu, atas pelukan hangatmu yang menyembuhkan, senyumanmu yang menghibur, dan doamu yang menyertai. Selamat Hari Ibu.”

Demikianlah informasi lengkap tentang sejarah singkat hari ibu beserta contoh ucapan hari ibu yang mungkin dapat anda gunakan untuk merayakannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Related Posts

Leave a Comment