Categories: Seputar Islam

Ternyata Penciptaan Anjing Berhubungan Dengan Nabi Adam!

PROGRESIF EDITORIAL – Ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS, iblis yang masih tinggal di Syurga mengetahui bahwa makhluk yang akan diciptakan dari tanah itu akan memiliki derajat yang lebih tinggi darinya. iblis pun disuruh untuk sujud kepada Nabi Adam As, akan tetapi ia enggan.

Dikutip dari website radar utara, diceritakan kisah terciptanya anjing. 

Nabi Adam As yang masih berupa seonggok tanah dan belum ditiupkan ruh di dalamnya, diludahi oleh iblis karena terdorong oleh sifat iri dan dengkinya. Ludah iblis itu jatuh ke bagian perut Nabi Adam As, tepatnya area pusar. 

Hal ini membuat Allah SWT murka kepada iblis, lalu mengusirnya dari wilayah surga dan iblis tertahan di muka gerbang surga. 

Kemudian Iblis merencanakan hal buruk kepada Nabi Adam As, ia ingin merusak tubuh Nabi Adam As dengan cara menghasut kuda dengan berkata;

“Wahai kuda, tahukah engkau bahwasannya makhluk yang hendak diciptakan oleh Tuhanmu beserta seluruh keturunannya nanti, akan menaiki punggung seluruh keturunanmu,” ucap Iblis.

Kuda terhasut oleh ucapan Iblis dan merasa sangat marah, ia pun langsung pergi menuju Nabi Adam As yang masih berupa onggokan tanah untuk menginjaknya. 

Allah SWT sebagai dzat yang Maha Tahu atas segala sesuatu, mengetahui hal tersebut kemudian Allah SWT mencongkel bagian tubuh dari Nabi Adam As yang terkena ludah Iblis. 

Bagian tubuh yang dicongkel itu kemudian berubah menjadi seekor anjing. Melihat kuda yang mendatangi Nabi Adam As, anjing tersebut langsung mengusir kuda tersebut sebelum berhasil menginjak tubuh Nabi Adam As. 

Anjing inilah yang menjaga Nabi Adam As sesuai perintah Allah Swt sampai onggokan tubuh Nabi Adam As dihidupkan. 

Itulah awal mula mengapa anjing merupakan hewan yang sangat setia kepada tuannya, karena tujuan anjing diciptakan adalah untuk melindungi manusia.

Sementara alasan yang menjadikan anjing adalah hewan yang haram, karena anjing tercipta dari ludah iblis. 

Wallahu a’lam.

Arundaya Maulana

Recent Posts

Sang Arsitek Mimpi: Kisah Humanis B.J. Habibie, Ilmuwan dengan Hati yang Melayani

PROGRESIF EDITORIAL - Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang lebih akrab disapa B.J. Habibie, adalah sosok…

5 months ago

Bukan Instan, Tapi Bertahap: Panduan Membangun Diri Sejati yang Lebih Kuat

PROGRESIF EDITORIAL - Perjalanan menuju diri yang lebih baik bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan, melainkan…

5 months ago

Kepemimpinan Sejati: Lebih dari Sekadar Jabatan, Ia Adalah Hati yang Melayani

ROGRESIF EDITORIAL - Apa yang membedakan seorang bos dari seorang pemimpin? Jawabannya terletak pada esensi…

5 months ago

Membangun Fondasi Kesuksesan: Kekuatan Kebiasaan yang Baik

PROGRESIF EDITORIAL - Kebiasaan yang baik adalah fondasi tak terlihat yang menopang struktur kehidupan yang…

5 months ago

Melestarikan Budaya: Aksi Humanis Melindungi Jiwa Kolektif

PROGRESIF EDITORIAL - Pelestarian budaya, dalam perspektif humanis, bukanlah sekadar tugas akademis atau museum, melainkan…

5 months ago

keislaman Humanis: Membumikan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

PROGRESIF EDITORIAL - Keislaman humanis merupakan sebuah pemahaman dan praktik keberagamaan yang menekankan pada nilai-nilai…

5 months ago